Daerah  

Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Aceh ke – XXXV Kabupaten Bener Meriah

1kabar.com | Bener  Meriah

Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Aceh ke – XXXV tinggal menghitung hari, pembukaan perhelatan akbar tingkat Provinsi itu direncanakan akan digelar pada 18 Juni 2022, di arena utama lapangan pacuan kuda Sengeda Kabupaten Bener Meriah.

Kegiatan tersebut melibatkan 50 putra dan putri terbaik Kabupaten berhawa sejuk ini, mereka akan tampil sebagai penari, menunjukkan Tari yang merupakan Tarian kebanggaan dari Tanah Gayo.

Tentunya, ratusan bahkan mungkin, ribuan mata akan menyaksikan penampilan mereka, bukan hanya dari Bener Meriah saja, melainkan seluruh Kabupaten Kota dalam provinsi Aceh yang hadir dengan mengirimkan kafilah dan officialnya.

“Melalui tarian yang akan disuguhkan oleh 50 putra putri Bener Meriah ini, kita mencoba menceritakan dan mengambil tema Damai Dari Serpihan Tanah Surga,” sebut Istianah SP.d, Kabid Kebudayaan pada Dinas Pendidikan Bener Meriah.

Dikonfirmasi diruang kerjanya, Selasa 7 Juni 2022, Istianah menyebutkan sebanyak 50 putra dan putri terbaik itu adalah siswa dan siswi yang telah dinyatakan lulus seleksi, penjaringan dan proses seleksi dilakukan oleh empat orang pelatih, mereka berasal dari MTSN, MAN dan SMA sederajat yang ada di Kabupaten Bener Meriah.

Ia juga menyampaikan, sampai dengan hari ini ke 50 siswa dan siswi tersebut terus berlatih, bagaimana gerakannya yang harus disesuaikan dengan musik, mereka digembleng oleh para pelatih.

” Jika ingin melihat bagaimana mereka latihan, silakan datang ke lapangan pacuan kuda, agenda mereka adalah pukul 14:00 hingga selesai,” ujar Istianah.

Istianah mengungkapkan, tari Guel merupakan tari tradisi yang gerakan dan jumlah penari sudah ditetapkan dan tidak dapat di ubah.

“Oleh sebab itu, untuk memenuhi Tema (Damai Dari Serpihan Tanah Surga) harus dilakukan penyesuaian dengan menggabungkan Tari tersebut dengan gerakan Tari kontemporer,” jelasnya.

Lebih lanjut, Istianah menjelaskan bahwa gerakan tari Kontemporer yang dimaksud juga berisikan gambaran Adat Istiadat dan Budaya masyarakat Gayo khususnya terkait dengan situasi dan kondisi Bener Meriah.

Dari Tari Guel akan di ambil beberapa gerakan, diantaranya :

– Munatap, yang menggambarkan bentuk dari sikap persuasif di tengah masyarakat Bener Meriah.

– Redep, yang menggambarkan sikap rendah hati dan mau mengaku salah untuk mengikuti kebenaran.

– Ketibung dan Cincang Nangka yang menggambarkan persatuan.

Untuk menyentuh esensi dari acara MTQ Aceh ke-35, para penari siswa dan siswi Bener meriah tersebut akan membentuk barisan penari membentuk ejaan huruf MTQ XXXV.

Mampukah Ke 50 putra dan putri terbaik Bener Meriah ini memukau seluruh mata yang hadir saat penampilan pembukaan MTQ nantinya ?

“Mari kita berikan dukungan pada adik-adik kita, serta mari kita berd’oa semoga tidak ada halangan dan rintangan pada pagelaran MTQ ke XXXV Provinsi Aceh di Kabupaten Bener Meriah,” tutupnya. (Kiya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *