LANGKAT | 1kabar.com
Pemilik lahan di Lingkungan XI Wismo Rejo Kelurahan Kwala Binge Kabupaten Langkat, Bambang Hermanto (39 tahun) sudah dua kali menang dalam putusan pengadilan,Polres Langkat malah terima laporan tersangka pelaku penggerusakan Mulyadi warga masyarakat Perniagaan,Stabat atas rumah milik Bambang Hermanto (39 tahun) warga masyarakat Lingkungan XI Wismo Rejo Kelurahan Kwala Binge, Kabupaten Langkat di dalam objek perkara yang sama.
Padahal Polres Langkat sebelumnya telah menerima dan memproses pengaduan tersangka kasus pengerusakan rumah milik Bambang Hermanto yang di laporkan dalam laporan Polisi Nomor : LP /P/141/ B/2020/SU/LKT,pada Rabu (28/02/2020) lalu dengan terlapor Sumadi Cs atas perintah Mulyadi, ironisnya Polres Langkat menerima laporan Mulyadi terhadap kasus dugaan pemalsuan surat tanah dalam laporan nomor LP/B/277/III/2022/SPK/POLRES LANGKAT/ POLDA SUMATERA UTARA,Tanggal 3 Maret 2022 lalu,justru perkara sudah di menangkan oleh Bambang Hermanto di tingkat PN Stabat dan PT Sumatera Utara.
Hal itu di katakan Bambang Hermanto, Kamis (16/06/22) saat di temui Wartawan usai menjalani pemeriksaan klarifikasi atas laporan Mulyadi di Satreskrim Polres Langkat.
Di katakannya,bahwa laporan Mulyadi justru di proses atas dugaan pemalsuan surat tanah di lahan yang sudah di proses sidang pengadilan yang memutuskan Bambang Hermanto di nyatakan menang di Pengadilan Negeri Stabat dan Pengadilan Tinggi Sumatera Utara dan bahkan saat ini perkara sudah Kasasi di Makamah Agung.
” Penyidik mengatakan bahwa laporan Mulyadi terlanjur di proses lantaran petugas SPKT tak tau perkara di objek yang sama sudah di laporkan dan di SP3-kan Sementara sampai mendapatkan putusan Inkrah dari Pengadilan,dan sebagai warga negara yang baik,saya memenuhi undangan klarifikasi atas laporan Mulyadi kepada saya,” ujar Bambang Hermanto di dampingi kuasa hukumnya,Eilen Prahmayanti Siregar,S.H.
Di katakannya,apa yang di alaminya dalam perkara tanah dan kasus pengerusakan rumah miliknya belum mendapat kepastian hukum padahal laporannya terhadap pelaku pengerusakan rumah miliknya sudah berjalan 2 tahun lamanya,dan untuk mendapatkan titik terang atas hak kepemilikan tanah pihaknya sudah melakukan gugatan ke Pengadilan Negeri Stabat dengan putusan hak atas kepemilikannya demikian juga pada putusan banding di Pengadilan Tinggi Sumatera Utara juga memutuskan hak terhadap dirinya dan saat ini sidang Kasasi sedang berjalan di Mahkamah Agung oleh penggugat Mulyadi.
” Meski begitu,penyidik tetap memproses dan melayangkan panggilan klarifikasi kepada saya atas laporan dugaan surat tanah palsu yang di laporkan oleh Mulyadi,” ucap Bambang.
Kuasa Hukum Eilen Prahmayanti Siregar,SH menyebut pihaknya memenuhi undangan klarifikasi atas laporan Mulyadi yang saat ini perkaranya sedang kasasi di Mahkamah Agung oleh penggugat Mulyadi.
” Penuhi panggilan klarifikasi penyidik Satreskrim Tipiter Polres Langkat, terlapor Bambang Hermanto serahkan bukti kepemilikan lahan yang sudah kasasi di Mahkamah Agung,” ungkap Eilen Prahmayanti Siregar,SH.
Sambung Bambang,dalam perkara tanah yang telah di menangkan di PN dan PT Sumut meskinya sudah bisa memproses kembali kasus pengaduan pengerusakan yang di lakukan Mulyadinamun mirisnya penyidik di duga mengarahkan proses pemberatan di pihak Bambang Hermanto.
” Ini kita yang engak abis fikir,ada apa penyidik dalam hal ini,masa mereka tidak lebih ankuntabel dalan penetapan tersangka di objek perkara,” ujar Bambang.
Begitu pun kata Bambang,pihaknya masih menghormati presedur hukum, namun bila ada pelanggaran yang di lakukan penyidik tak tertutup kemungkinan akan melakukan upaya hukum kepada oknum penyidik yang tidak patuh pada ketentuan dan mekanisme penyidikan.
” Dan tadi juga kita sudah komunikasi dengan Kasatreskrim Polres Langkat, Bapak Iptu.Luis Beltran Krisnadhita Marrising,STK.,SIK.,MH di ruangannya, Alhamdulillah saya sepakat dengan kalimat beliau bahwa Tuhan tidak tidur,tentu harapan saya Penyidik lebih faer dan berazaskan keadilan, Insyaallah didalam tugas beliau sebagai Kasatreskrim yang baru di polres Langkat dapat memberi payung hukum yang berkeadilan sebagaimana meskinya,” terang Bambang.
Sementara itu kasus laporan pengrusakan telah berjalan dua tahun lamanya namun penyidik belum juga mampu mengamankan Sumadi Cs yang telah di laporkan sesuai laporan Polisi Nomor : LP /P/141/ B/2020/SU/LKT,Rabu (28/02/2020) lalu.
Sementara rumah yang di bangun Bambang Hermanto sejak tahun 2012 lalu itu telah lenyap dan berganti menjadi Ruko 4 (empat) pintu dan telah rampung untuk di jual kepada khalayak umum.
” Terkesan tutup mata,Polres Langkat melakukan pembiaran pembangunan dari pihak pelaku,padahal pembiaran itu dapat menghilangkan barang bukti perkara,” ujar Kuasa Hukum Ilen Prahmayanty Siregar,SH usai pendampingan gelar perkara pengukuran lokasi dan lahan sengketa di atas bangunan Bambang Hermanto klien nya tersebut,Senin (31/08/2020) sore lalu
Di katakannya,saksi terlapor Mulyadi selaku pihak yang mengaku sebagai pemilik lahan tempat berdirinya Ruko empat pintu tersebut berdasarkan surat SKT mantan Lurah Kuala Binge, Misnan (di copot) telah melanggar ketentuan surat keputusan Kepala Badan Pertanahan Nasional RI Nomor : 43/HGU/ BPN/2002 tertanggal 29 Nopember 2002 tentang pemberian perpanjangan jangka waktu Hak Guna Usaha atas tanah terletak di Kabupaten langkat, Sumatera Utara senada dengan surat edaran Bupati langkat tentang himbauan kepada Camat agar melarang kepala desa/ Lurah mengeluarkan surat keterangan tanah di maksud sesuai surat edaran nomor : 593-/594/PEM/2009.
Sebelumnya,Kasatreskrim Polres Langkat,AKP.Teuku Fathir Mustafa mengatakan Proses penyelidikan permasalahan Bambang Hermanto masih berjalan.
” Inti dari permasalahan adanya sengketa kepemilikan antara kedua belah pihak,masih ada hambatan dalam penyelidikan,di harapkan dapat bersabar,kami upayakan secepatnya berikan kepastian hukum,” jawab Fathir dalam pesan singkatnya,Senin (29/06/2020) lalu,namun hingga sekarang Polres Langkat belum juga mampu mentersangkakan para pelaku pengerusakan rumah milik Bambang Hermanto.laporan Reporter Bambang Hermanto Langkat.(Zulkarnain.Lubis)