Puskesmas Kecamatan Batang Kuis Luncurkan Inovasi Di Desa Tanjung Sari,” DBEST,” Turunkan Stunting.

Deli Serdang | 1kabar.com

Untuk menurunkan stunting (kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya),pihak Puskesmas Kecamatan Batang Kuis yang di pimpin langsung oleh Kepala Puskesmas Kecamatan Batang Kuis,dr.Aguswan dan di hadiri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Deli Serdang,dr.Ade Budi Krista meluncurkan inovasi, ” Dbest Desa Tanjung Sari,” (desa bebas stunting) di Puskesmas setempat,Senin (20/06/2022) kemarin di Desa Tanjung Sari merupakan salah satu lokus (lokasi fokus) stunting di Kecamatan Batang Kuis,Kabupaten Deli Serdang.

Dr.Aguswan dalam keterangannya menyebutkan kegiatan inovasi Dbest itu terdapat beberapa sasaran. Seperti remaja produktif yang di hadiri 29 orang,ibu hamil 25 orang,ibu beserta bayi berjumlah 40 orang dan balita stunting.

” Kegiatan berupa pelayanan kesehatan peduli remaja (PKPR), program kegiatan gizi masyarakat, program kegiatan kesehatan anak menilai status tumbuh kembang anak, pelayanan kesehatan ibu hamil konsultasi kehamilan (USG) dan pemeriksaan laboratorium, penyuluhan kesehatan lingkungan tentang perilaku hidup bersih dan sehat,pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil dan balita serta senam bersama,” terang dr.Aguswan.

Sementara dr.Ade Budi Krista, mengapresiasi inovasi tersebut. Inovasi itu menurutnya salah satu cara untuk mencegah angka stunting di Kabupaten Deli Serdang.

” Belakangan ini semua masyarakat sering mendengar tentang stunting dan sering di bicarakan oleh ibu-ibu yang memiliki anak balita.Stunting dan pendek memang sama-sama menghasilkan tubuh yang tidak terlalu tinggi,” kata dr.Ade.

Namun stunting dan pendek adalah kondisi yang berbeda.Sehingga membutuhkan penanganan yang tidak sama.

Singkatnya stunting adalah pendek namun pendek belum tentu stunting.
Stunting pada anak memang harus menjadi perhatian dan diwaspadai.

” Kondisi ini dapat menandakan bahwa nutrisi anak tidak terpenuhi dengan baik.Jika di biarkan tanpa penanganan,stunting bisa menimbulkan dampak jangka panjang kepada anak.Anak tidak hanya mengalami hambatan pertumbuhan fisik,tapi nutrisi yang tidak mencukupi juga memengaruhi kekuatan daya tahan tubuh hingga perkembangan otak anak,” tutur dr.Ade.(ZL0179)

Sumber : Humas Dinas Kominfo Kabupaten Deli Serdang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *