Setiap Jurnalis  Dalam  Menulis Harus  Berpedoman Pada Rumus 5W+1H 

Sumatera Utara  | 1kabar.com

Bagi para jurnalis atau pencari berita tentunya tidak asing lagi mendengar tentang 5W+1H karena rumus itulah yang menjadi dasar dalam menulis dan mengembangkan sebuah berita. Namun,sebenarnya apakah yang di maksud dengan rumus 5W+1H itu. Berikut ini adalah penjelasan dan contoh detail mengenai 5W+1H,Rabu (29/06/2022).

5W+1H adalah rumus yang berupa pertanyaan-pertanyaan yang di gunakan untuk mencari inti pokok berita,mengembangkan berita atau sebuah cerita.Mengapa demikian.Hal ini di karenakan rumus 5W+1H berisi inti-inti penyusun berita atau cerita tersebut.

5W+1H sendiri di ambil dari kata-kata tanya dalam bahas inggris seperti, What,Who,When,Why,Where,dan How. Dalam bahasa indonesia kata-kata tanya tersebut adalah Apa,Siapa, Kapan,Mengapa,Dimana,dan Bagaimana.Dibawah ini adalah contoh-contoh kalimat 5W+1H .

KALIMAT 5W+1H :

( WHAT = APA )

Kata tanya yang pertama dari rumus ini adalah Apa.Kata tanya ini berisi pertanyaan mengenai permasalahan atau hal yang terjadi pada suatu peristiwa.

CONTOH :

1).Apa yang sebenarnya terjadi.

2).Apa yang sedang di lakukan olehnya.

3).Apa yang di bawa oleh si pelaku.

4).Apa yang di gunakan oleh si pelaku.

5).Apa yang menyebabkan kejadian itu terjadi.

6).Apa yang di dapatkan olehnya.

7).Apa permasalahannya.

8).Apa yang di katakan olehnya.

9).Apa yang akan di lakukan olehnya.

10).Apa pandangan orang lain mengenai peristiwa itu.

( WHY = MENGAPA )

Kata tanya mengapa mengandung pertanyaan-pertanyaan mengenai alasan atau motivasi terjadinya sebuah peristiwa.

CONTOH :

1).Mengapa hal tersebut bisa terjadi.

2).Mengapa dia melakukan itu.

3).Mengapa tidak ada yang mengetahui peristiwa itu.

4).Mengapa dia pergi ke tempat itu.

5).Mengapa hal itu bisa menjadi pemicu masalah ini.

6).Mengapa dia mengatakan seperti itu.

7).Mengapa dia memilih untuk melakukan perbuatan itu.

8).Mengapa peristiwa itu menjadi sangat heboh.

9).Mengapa dia tidak melakukan apa yang di perintahkannya.

10).Mengapa hari itu sangat mencekam.

( WHO = SIAPA )

Kata tanya Siapa mengandung pertanyaan-pertanyaan mengenai pelaku atau orang lain dari sebuah peristiwa yang terjadi.

CONTOH :

1).Siapa yang melakukan perbuatan itu.

2).Siapa yang menjadi korban dari perbuatan itu.

3).Siapa yang merasa di rugikan olehnya.

4).Siapa yang menyuruhnya melakukan perbuatan itu.

5).Siapa yang menemani dia melakukan perbuatan itu.

6).Siapa yang terlibat di dalam peristiwa itu.

Siapa yang memberinya alat itu.

7).Siapa yang tidak mengetahui berita itu.

8).Siapa yang mengatakan hal itu semua.

9).Siapa yang datang untuk menyelamatkan mereka.

 

( WHEN = KAPAN )

Kata tanya Siapa berisi pertanyaan-pertanyaan mengenai waktu terjadinya peristiwa,berita atau cerita yang terjadi.

CONTOH :

1).Kapan peristiwa itu terjadi.

2).Kapan dia melakukan perbuatan itu.

3).Kapan peristiwa itu mulai terkuak di depan umum.

4).Kapan dia datang ke tempat itu.

5).Kapan dia tiba di lokasi kejadian.

6).Kapan dia bertemu dengan si korban.

7).Kapan dia menyelesaikan perbuatannya.

8).Kapan si korban di temukan.

9).Kapan dia kembali ke rumahnya.

10).Kapan dia memanggil teman-temannya.

11).Kapan peristiwa itu di tuntaskan.

 

( WHERE = DI MANA )

Kata tanya di mana mengandung pertanyaan-pertanyaan mengenai tempat atau lokasi sebuah peristiwa terjadi.

CONTOH :

1).Di mana peristiwa itu terjadi.

2).Di mana berita itu di muat.

3).Di mana dia bertemu dengan korbannya.

4).Di mana dia menyimpan barangnya.

5).Di mana dia bersembunyi.

6).Di mana dia tertangkap.

7).Di mana keberadaan si pelaku saat ini.

8).Di mana dia ketika kejadian itu berlangsung.

9).Di mana permasalahan itu pertama kali muncul.

 

( HOW = BAGAIMANA)

Kata tanya bagaimana berisi pertanyaan-pertanyaan yang mengandung cara atau proses berlangsungnya suatu peristiwa.

CONTOH :

1).Bagaimana peristiwa itu bisa terjadi.

2).Bagaimana dia melakukan perbuatan itu.

3).Bagaimana dia bertemu dengannya pertama kali.

4).Bagaimana reaksi dirinya ketika di berikan pertanyaan itu.

5).Bagaimana cara memecahkan masalah ini.

6).Bagaimana pendapat masyarakat tentang masalah ini.

7).Bagaimana caranya mengungkapkan peristiwa itu.

8).Bagaimana kisah dirinya.

9).Bagaimana dia menyelesaikan semua pekerjaannya.

10).Bagaimana caranya berita itu bisa terungkap.

Demikianlah kalimat-kalimat pertanyaan 5W+1H yang biasa di gunakan untuk menemukan atau mengembangkan pokok-pokok atau inti dari sebuah berita atau peristiwa.

Sumber : Sekretaris KOMNAS WI DPP Pusat / Kabupaten Deli Serdang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *