Subulussalam –1kabar.com Sejumlah aktivis dan pemerhati sosial di Kota Subulussalam angkat bicara terkait maraknya akun dan grup Facebook anonim yang dinilai kerap memicu kegaduhan di tengah masyarakat.
Mereka menilai, sejumlah grup yang tidak jelas identitas pengelolanya tersebut sering memuat unggahan bernada provokatif, menyerang pribadi maupun lembaga tanpa konfirmasi dan data yang jelas.
Salah satu aktivis menyebut, ruang digital tidak boleh dibiarkan menjadi tempat penyebaran fitnah dan ujaran kebencian.
“Kalau tidak beretika di media sosial, tentu akan kita lawan. Tapi bukan dengan cara anarkis. Kita lawan dengan fakta, dengan berita, dan jalur hukum,” tegasnya, Senin (23/2/2026) dini hari.
Menurutnya, akun-akun anonim yang hanya membuat gaduh harus ditertibkan agar tidak terus memecah belah masyarakat. Ia juga mengajak warga untuk tidak mudah terprovokasi oleh postingan dari akun yang tidak memiliki identitas jelas.
“Jangan sampai masyarakat terpancing. Kalau ada yang diduga melanggar hukum, laporkan ke pihak berwajib. Jangan ikut menyebarkan,” ujarnya.
Desakan pun diarahkan kepada aparat penegak hukum, khususnya unit siber di wilayah hukum Polres Subulussalam, agar menelusuri akun-akun yang diduga menyebarkan informasi tidak benar dan berpotensi melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
Para aktivis berharap ruang media sosial di Subulussalam dapat kembali menjadi sarana diskusi yang sehat, edukatif, dan membangun, bukan arena saling serang yang merugikan banyak pihak.
“Perbedaan pendapat itu biasa, tapi jangan sampai berubah menjadi fitnah dan provokasi,” tutupnya.[redaksi]





