Jakarta/1Kabar.com
Tokoh Penggerak Pariwisata, Arief Martha Rahadyan, B.Sc., M.Sc., menyatakan dukungannya terhadap rencana pembangunan Bandara Bali Utara sebagai langkah strategis pemerintah dalam mempercepat pemerataan pembangunan di Pulau Bali.Proyek tersebut menjadi katalis bagi transformasi ekonomi kawasan utara Bali yang selama ini belum berkembang secepat wilayah selatan.
Keberadaan bandara baru akan membuka akses yang lebih luas bagi investasi, pariwisata, perdagangan, serta industri kreatif. Dengan meningkatnya konektivitas, kawasan Bali Utara berpotensi berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu mengurangi ketimpangan pembangunan antar wilayah di Pulau Dewata.
Rencana Pembangunan Bandara Bali Utara merupakan momentum untuk menciptakan pusat pertumbuhan baru yang lebih merata sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Bali,” ujar Arief.
Nantinya proyek tersebut diperkirakan akan menciptakan ribuan lapangan kerja, baik pada tahap konstruksi maupun setelah bandara mulai beroperasi. Peluang kerja akan terbuka di berbagai sektor seperti transportasi, logistik, perhotelan, restoran, perdagangan, UMKM, ekonomi kreatif, hingga jasa pendukung lainnya.
Dampak ekonomi tidak hanya dirasakan masyarakat di sekitar bandara, tetapi juga akan menggerakkan sektor pertanian, perikanan, dan kerajinan lokal karena produk-produk Bali Utara memiliki akses distribusi yang lebih cepat ke pasar nasional maupun internasional.
Selain meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pembangunan bandara juga diyakini dapat mengurangi beban operasional Bandara I Gusti Ngurah Rai yang selama ini menjadi satu-satunya pintu gerbang udara utama Bali. Dengan hadirnya bandara baru, arus wisatawan dapat terdistribusi lebih merata sehingga mendorong tumbuhnya destinasi-destinasi wisata baru di wilayah utara tanpa mengurangi daya tarik kawasan selatan.
Bandara Bali Utara akan menjadi investasi strategis yang tidak hanya memperkuat daya saing pariwisata Indonesia, tetapi juga meningkatkan pendapatan masyarakat, memperluas kesempatan kerja, menarik investasi berkualitas, dan mempercepat terwujudnya kesejahteraan yang lebih merata bagi seluruh masyarakat Bali,” tutup Arief.












