MEDAN | 1kabar.com
Di jalur utara Kota Medan, mobilitas truk-truk bermuatan berat tak pernah berhenti. Jalan menuju Pelabuhan Belawan menjadi saksi betapa vitalnya akses ini bagi denyut ekonomi. Namun dibalik kesibukan itu, kerusakan jalan kerap menjadi hambatan serius yang tak bisa lagi dibiarkan berlarut.
Kondisi tersebut menjadi perhatian utama Pemerintah Kota (Pemko) Medan. Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan komitmennya untuk mendorong percepatan penanganan kerusakan jalan di ruas Medan–Belawan, demi memastikan kelancaran distribusi logistik sekaligus keselamatan para pengguna jalan.
Komitmen ini disampaikan Rico Waas saat memimpin Rapat Koordinasi Pengolahan dan Penanganan Kerusakan Jalan Akses menuju Pelabuhan yang digelar di Kantor PT. Pelindo Regional I, Jalan Lingkar Pelabuhan, Medan Belawan, Rabu (18/02/2026) sore. Rapat tersebut menjadi ruang temu berbagai kepentingan, menyatukan pandangan untuk satu tujuan: mempercepat solusi.
Rico Waas menegaskan, Belawan bukan sekadar kawasan pelabuhan, melainkan simpul strategis transportasi barang. Setiap gangguan pada akses jalan akan berimbas langsung pada rantai pasok, biaya logistik, hingga stabilitas harga di pasaran.
“Belawan ini urat nadi logistik. Kalau akses jalannya terganggu, dampaknya tidak berhenti disini saja, tapi menjalar ke seluruh roda ekonomi,” kata Rico Waas.
Didampingi unsur Forkopimda Kota Medan dan Jajaran Perangkat Daerah, Rico Waas mengingatkan bahwa kerusakan jalan juga menyimpan risiko keselamatan. Kendaraan angkutan berat yang setiap hari melintas menghadapi potensi kecelakaan, sementara pengguna jalan lainnya turut terdampak.
Ia menegaskan, infrastruktur yang andal menjadi prasyarat utama pertumbuhan ekonomi dan daya saing daerah. Tanpa akses yang layak, efisiensi distribusi akan terganggu dan kepercayaan investor bisa menurun.
“Distribusi harus lancar, masyarakat harus aman. Itu kunci agar ekonomi tetap bergerak,” tegasnya.
Sementara itu, Executive Director Regional I PT. Pelindo Jonedi Ramli, mengakui kondisi jalan yang rusak telah cukup mengganggu aktivitas logistik di Pelabuhan. Dijelaskannya, kewenangan penanganan jalan berada di pemerintah pusat, namun koordinasi terus dilakukan agar proses perbaikan dapat dipercepat.
“Kami berharap, dengan dukungan Pemerintah Kota (Pemko) Medan dan seluruh pihak terkait, percepatan perbaikan jalan ini bisa segera terealisasi,” harap Jonedi.
Dari rapat sore itu, satu kesepahaman menguat, memperbaiki akses menuju Pelabuhan Belawan bukan hanya soal infrastruktur, melainkan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan ekonomi Kota Medan dan Sumatera Utara.(***)





