Aceh Tamiang | 1kabar.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus memperkuat penanganan pascabencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, salah satu wilayah dengan dampak terparah di Aceh. Pada penugasan batch kelima, sebanyak 170 relawan kesehatan diterjunkan untuk menjangkau daerah-daerah dengan akses tersulit yang sebelumnya belum tersentuh layanan medis.
Program kemanusiaan ini dilaksanakan dengan pola pelayanan intensif, dimulai sejak pagi hingga malam hari. Dampak banjir terhadap infrastruktur kesehatan di Aceh Tamiang dilaporkan cukup signifikan. Dari total 15 Puskesmas yang tersedia, sebanyak 12 fasilitas sempat terendam banjir dan mengalami kerusakan.
Namun, berkat dukungan Kemenkes bersama berbagai lembaga terkait, fasilitas kesehatan tersebut kini berangsur kembali beroperasi secara optimal. Selain pemulihan fisik bangunan, jumlah titik pengungsian juga berhasil ditekan secara signifikan dari 601 titik menjadi 170 titik.
Dalam konferensi bersama Tameng Perjuangan Rakyat Anti Korupsi (TAMPERAK) di Kecamatan Banda Mulia, dr Nova Siregar menyampaikan bahwa saat ini fokus pelayanan kesehatan dialihkan ke titik-titik pengungsian yang masih tersisa, serta posko kesehatan di rumah sakit, puskesmas, dan desa-desa terpencil yang belum terjangkau layanan medis.
“Sebanyak 170 relawan kesehatan yang tergabung dalam batch kelima telah dibagi menjadi 18 tim. Kami tidak hanya memberikan pengobatan, tetapi juga melakukan upaya promotif dan preventif melalui vaksinasi dan fogging, serta layanan kuratif dan rehabilitatif untuk memastikan proses pemulihan warga terdampak berjalan berkelanjutan,” ujar dr Nova.
Ia menambahkan, meskipun layanan dasar sudah mulai berjalan, kebutuhan tenaga kesehatan tambahan masih sangat dibutuhkan. Kondisi psikis warga pascabencana menjadi perhatian serius tim kesehatan di lapangan.
“Di tengah suasana bulan suci Ramadhan, tim kesehatan tetap antusias memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Aceh Tamiang. Kami hadir untuk membantu warga mengatasi berbagai kesulitan pascabencana,” tutup dr Nova.





