Bener Meriah | 1kabar.com
Ratusan massa dari dari Kampung Serule Kayu, Kec Bukit, Kab Bener Meriah, Aceh, menutup paksa sebuah penginapan. Pasalnya warga menduga penginapan itu dipakai untuk melakukan perbuatan mesum.
Massa bergerak ke penginapan Bengi pada Jum,at malam Sabtu (12/8) dan langsung menutupnya secara paksa.
Penginapan tersebut diduga adalah milik salah seorang kepala dinas (Kadis) di jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat.
Warga sekitar malam itu mencurigai adanya seorang Lelaki dan seorang perempuan non muhrim yang diduga menginap bersamaan dipenginapan tersebut.
Ratusan massa kemudian langsung menggerbek penginapan tersebut, dan mengamankan kedua pasangan yang diduga melakukan perbuatan mesum.
Selanjutnya pasangan itu diserahkan ke pihak kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) setempat.
“Kita juga meminta penginapan ini ditutup untuk selamanya,” teriak Zainuddin warga setempat dihadapan pejabat Muspika setempat.
Zainuddin mengatakan, penggrebekan di penginapan Bengi sudah lima kali terjadi, sehingga telah meresahkan masyarakat sekitar.
“Beberapa bulan lalu, dipenginapan itu, sepasang kekasih non muhrim bahkan pernah ditangkap warga hingga berakhir eksekusi cambuk setelah keputusan Pengadilan Negeri (PN) Redelong” ungkapnya.
Kapolres Bener Meriah AKBP Indra Novianto melalui Kapolsek Bukit Ipda Rahmansyah Pinim kepada wartawan membenarkan adanya upaya penutupan penginapan Bengi oleh warga.
Disampaikan, pihaknya sudah melakukan mediasi antara warga bersama pemilik penginapan terhadap penutupan atau pemberhentian aktivitas di penginapan.
“Surat pernyataanya sudah ditandatangani oleh pemilik. Terhitung pada 12 Agustus 2022, penginapan Bengi sudah ditutup untuk selama – lamanya,” kata Rahmansyah mengutip isi surat pernyataan itu.
Memang dari pengakuan warga kata Rahmansyah, penginapan Bengi sudah kerap meresahkan warga, penggerebekan terhadap sepasang non muhrim sering terjadi.(Toweren)





