Jakarta|1kabar.com
Tokoh muda nasional, Arief Martha Rahadyan, meminta pemerintah melalukan percepatan penerapan ekonomi sirkular sebagai strategi utama pembangunan berkelanjutan, pendekatan ekonomi linear yang selama ini digunakan—produksi, konsumsi, lalu buang,itu tidak lagi relevan.Ekonomi sirkular harus menjadi arus utama. Limbah tidak boleh lagi dipandang sebagai beban, tetapi sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi,” tegas Arief.
Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi sirkular, baik dari sisi sumber daya maupun kapasitas sektor UMKM. Sejumlah kajian menunjukkan bahwa model ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan efisiensi, serta membuka lapangan kerja dalam skala luas.
Tetapi implementasi di lapangan masih belum optimal, seperti rendahnya tingkat daur ulang, keterbatasan infrastruktur, serta lemahnya integrasi kebijakan menjadi tantangan utama yang perlu segera dibenahi.
Masalahnya bukan pada potensi, tetapi pada kecepatan dan keseriusan implementasi. Tanpa langkah konkret, kita berisiko tertinggal dalam ekonomi global yang kini mengarah pada prinsip keberlanjutan,” ujarnya.
Arief menyarankan reformasi kebijakan yang lebih progresif, serta didukung oleh pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, guna membangun ekosistem ekonomi sirkular yang kuat dan berkelanjutan.katena ini bukan hanya soal lingkungan, tetapi tentang masa depan ekonomi nasional yang lebih resilien, dan inklusif,” tutup Arief.





