Berita TerkiniInternasional

Arief Martha Rahadyan: Hari Buruh sebagai Titik Balik Kesadaran Sosial dan Ekonomi

35
×

Arief Martha Rahadyan: Hari Buruh sebagai Titik Balik Kesadaran Sosial dan Ekonomi

Sebarkan artikel ini

Jakarta|1kabar.com

Tokoh pemerhati sosial dan pendidikan, Arief Martha Rahadyan mengucapkan Selamat Hari Buruh Internasional, ini merupakan momentum panggilan refleksi bagi seluruh elemen bangsa untuk meninjau ulang relasi antara manusia, kerja, dan keadilan sosial di tengah percepatan transformasi global.

Dinamika ketenagakerjaan dewasa ini tidak hanya dipengaruhi oleh faktor ekonomi konvensional, tetapi juga oleh disrupsi teknologi, perubahan pola industri, serta pergeseran nilai dalam dunia kerja itu sendiri. Oleh karena itu, pendekatan terhadap buruh tidak lagi dapat bersifat parsial, melainkan harus komprehensif dan berorientasi masa depan.

Baca juga Artikel ini  Forum Mahasiswa dan Rakyat Sumut Lakukan Penyegelan Simbolik di Pabrik PT. Kilang Kecap Angsa di Jalan Bono-Medan Timur, DPRD Kota Medan Akan Tindaklanjuti RDP

Buruh hari ini bukan hanya tenaga kerja dalam definisi klasik, melainkan subjek strategis dalam pembangunan peradaban. Mereka adalah penggerak produktivitas, sekaligus penjaga stabilitas sosial. Sudah saatnya kita membangun ekosistem kerja yang tidak hanya produktif, tetapi juga manusiawi dan berkeadilan,” ujar Arief.

Tantangan utama ketenagakerjaan saat ini terletak pada ketimpangan akses terhadap peluang, perlindungan kerja yang adaptif terhadap era digital, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar mampu bersaing di tingkat global.Negara, sektor swasta, dan masyarakat sipil dituntut untuk menghadirkan kebijakan yang tidak hanya responsif, tetapi juga visioner.

Baca juga Artikel ini  Hadiri Penutupan Satgas Pemulihan Bencana Aceh, Wakil Bupati Deli Serdang Sampaikan Kebersamaan dan Gotong Royong Antar Daerah Jadi Kekuatan Penting dalam Bantu Masyarakat yang Sedang Hadapi Musibah

Arief mendorong terciptanya hubungan yang lebih kolaboratif antara pekerja dan pemberi kerja, dengan menempatkan kesejahteraan sebagai fondasi utama keberlanjutan ekonomi.Pertumbuhan ekonomi yang tidak diiringi dengan distribusi kesejahteraan hanya akan melahirkan ketegangan sosial baru. Keseimbangan antara efisiensi dan keadilan harus menjadi prinsip dasar dalam setiap kebijakan ketenagakerjaan,” tegasnya.

Dalam momentum ini, Arief juga mengajak generasi muda untuk tidak memandang kerja semata sebagai instrumen ekonomi, tetapi sebagai ruang aktualisasi diri dan kontribusi terhadap masyarakat.Nilai-nilai integritas, etos kerja, dan solidaritas harus tetap menjadi fondasi, meskipun dunia kerja terus berubah secara cepat.

Baca juga Artikel ini  Arief Martha Rahadyan Silaturahmi ke Pesantren Mama Bakry Sadeng Bogor, Teguhkan Sinergi Pendidikan dan Nilai Keislaman

Arief Martha Rahadyan menyampaikan harapan besar nya agar Hari Buruh Internasional 2026 ini menjadi titik tolak bagi lahirnya kebijakan yang lebih inklusif, adaptif, dan berkeadilan, serta memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan masa depan kerja yang bermartabat bagi seluruh rakyat Indonesia.