BeritaDaerah

Pihak SPBU Tangkoko Menyebut Pemberitaan di Salah Satu Media Hanyalah Asumsi Dan Tak pernah Konfirmasi 

665
×

Pihak SPBU Tangkoko Menyebut Pemberitaan di Salah Satu Media Hanyalah Asumsi Dan Tak pernah Konfirmasi 

Sebarkan artikel ini

 

BITUNG | 1Kabar.com

 

Beberapa waktu lalu salah satu media Cyber sempat memuat pemberitaan terkait adanya kerjasama antara pihak SPBU Tangkoko Kota Bitung dengan Operator SPBU dibantah langsung oleh Pengawas SPBU. Rabu (21/8/24).

 

Hal tersebut mendapatkan bantahan langsung dari Pengawas SPBU Tangkoko yang dalam pemberitaan dimedia tersebut Agil disebut sebagai Manager SPBU, sementara Agil sendiri hanyalah Pengawas di SPBU tersebut bukan seorang Manager seperti yang diberitakan.

“Berita tersebut hanya asumsi saja dari si penulis, wartawan yang menulis berita di medianya tidak Pernah Mengkonfirmasi secara langsung kepada Pihak Kami” Kata Pengawas SPBU Tangkoko, Agil.

 

Dalam keterangannya kepada awak media baru baru ini Agil menjelaskan terkait pemberitaan yang hanya secara spekulasi saja terkait dirinya selaku pengawas di SPBU Tangkoko, Dalam pengisian BBM Jenis Solar bersubsidi kendaraan yang masuk di SPBU berbeda-beda.

“ Kalau kapasitas tanki untuk dumtruck besar ini setara dengan tronton kapasitas tankinya pasti 200L. berbeda dengan dumtruck yang kecil ataupun panther, tetapi pengisiannya walaupun tronton ada yang tidak sampai 200L, dan setiap transaksi pasti kami catat, nah catatan inilah yang kami sebut dengan List, catatan jumlah Liter BBM jenis Solar yang keluar setiap harinya, Bila sekiranya ada catatan list diluar sana sebagai mana dengan pemberitaan itu , maka kami selaku pihak SPBU tidak tahu terkait masalah tersebut.” Jelas Agil.

Baca juga Artikel ini  Pj Sekda Kabupaten Deli Serdang Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Mantap Praja Toba 2024 di Polrestabes Medan

 

Agil menambahkan, alasan kenapa pihak SPBU harus ada list nya dan list tersebut bentuknya catatan secara manual yang dilakukan oleh Petugas SPBU.

 

“ Yang ada di SPBU ini, list nya seperti itu, setiap kali ada transaksi minyak yang keluar pasti kami catat, kenapa harus kami catat, karena kami juga harus mencocokkannya dengan apa yang ada di sistem, secara digital, setiap kali terjadi transaksi sistem pasti mencatatnya, ketika ada pemeriksaan dari BPH dan BPK, mereka akan cocokan dengan system yang ada dan catatan list yang kami gunakan ini secara manual harus cocok dengan apa yang tertera didalam digital system, dan bila kedapatan tidak cocok antara list kami dengan digital, maka kami harus membayar subsidi ke negara.” Ungkap Pengawas SPBU Tangkoko.

Baca juga Artikel ini  Peringatan Hari Pengayoman ke-79: Kemenkumham Bali Siap Wujudkan Indonesia Emas 2045

 

Lebih lanjut pria yang sudah Lima belas tahun bekerja di SPBU tangkoko mengatakan dimana tindakan yang mereka lakukan terkait Truck yang masuk kedalam SPBU mereka bisa diketahui secara akurat.

“Setiap Truck yang mengisi BBM Jenis solar disini, akan kami cocokkan dengan barcode, ditambah lagi saat ini kami langsung mencocokan truk yang mengisi BBM jenis solar dengan STNK dari mobil mereka yang masuk kedalam SPBU sehingga akan lebih akurat lagi.” Jelas Agil.

 

Dengan tindakan tersebut bisa diketahui berapa banyak kapasitas Tanki dari setiap mobil yang melakukan pengisian BBM khususnya berjenis Solar Subsidi, agil mengaku terkait para sopir yang dikenalinya hanya para sopir yang sudah lama berprofesi sebagai sopir.

 

“Ada juga sopir yang memang bisa dibilang lama, pasti saya kenal. karena saya juga kerja di POM BENSIN sudah cukup lama kurang lebihnya lima belas tahun.” Sebut agil.

 

Diketahui Jumlah karyawan SPBU yang terdiri dari 12 orang bekerja secara bergantian, mereka diatur dalam dua sif.

Baca juga Artikel ini  Jalin Silaturahmi Dandim 1616/Gianyar Anjangsana Ke Puri Gianyar

“Sementara khusus yang melayani pengisian BBM Jenis Solar ada empat orang karyawan disini, aky, Ji, di dan ri, (Inisial). Mereka bekerja bergantian yang diatur dalam dua sif,” kata dia.

 

Selain itu Pengawas juga secara tegas membantah adanya kelebihan selisih harga dari harga yang seharusnya, yakni ada selisih Rp.400.

 

“Kita disini hanya keluarkan minyak, sesuai dengan harga yang berlaku di SPBU, tidak ada penambahan.” Jelas pengawas.

 

Ketika kami menerima setoran tambah agil dari operator SPBU, “berapa banyak liter yang dijual, maka akan dikalikan dengan harga SPBU, karena harga yang ada di mesin SPBU itu sama dengan harga yang ada didalam system, sehingga mustahil kalau kita menaikan harga seperti yang diberitakan.” Jelas pengawas.

 

Permasalahan orang yang pegang nosel dengan sopir truck agil selaku pengawas SPBU membantahnya, pengawas agil menjelaskan dimana seluruh pengisian truck di SPBU kami, sesuai dengan kapasitas tankinya, tidak ada yang istilahnya di modif, sambil menunjukan catatan pengisian BBM Jenis Solar.

R muarif