Jakarta|1kabar.com
Arief Martha Rahadyan menyampaikan apresiasi tinggi kepada pemerintah atas langkah cepat dan terukur dalam mempercepat pemulihan pascabencana, khususnya melalui pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Pemberdayaan Pascabencana sebagai bagian dari strategi pemulihan jangka menengah dan panjang.
Langkah tersebut menunjukkan komitmen negara memberikan perhatian serius terhadap keberlanjutan kehidupan para korban setelah fase tanggap darurat berakhir.
Pembentukan Pokja Pemberdayaan Pascabencana merupakan langkah tepat dan visioner. Ini membuktikan bahwa pemerintah hadir secara menyeluruh, tidak hanya saat bencana terjadi, tetapi juga dalam memastikan pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak,” ujar Arief Martha Rahadyan.
Dukungan pemberdayaan ekonomi yang diberikan pemerintah sebesar Rp.5 juta per keluarga merupakan bentuk nyata keberpihakan negara terhadap korban bencana, khususnya dalam mendorong pemulihan ekonomi keluarga dalam mengembalikan kemandirian masyarakat.
Arief mengapresiasi mekanisme penyaluran bantuan yang berbasis data dari Pemerintah Daerah.Bantuan yang berbasis pemulihan ekonomi dengan penggunaan data daerah akan meningkatkan akurasi, transparansi, serta memastikan bantuan tepat sasaran sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Arief berharap koordinasi lintas kementerian, pemerintah daerah, dan kelompok masyarakat dapat terus diperkuat agar program pemulihan pascabencana berjalan efektif, berkelanjutan, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat terdampak.
Kepedulian pemerintah terhadap korban pascabencana adalah cerminan negara yang hadir dan bertanggung jawab. Ini adalah wujud nyata pembangunan yang berorientasi pada kemanusiaan dan keadilan sosial,” tutup Arief Martha Rahadyan.





