Jakarta|1kabar.com
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat Indonesia. Hingga Januari 2026, program strategis pemerintah ini telah menjangkau sebanyak 56,9 juta penerima manfaat, mulai dari anak sekolah, balita, hingga ibu hamil dan ibu menyusui di seluruh Indonesia.
Arief Martha Rahadyan menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian tersebut. Menurutnya, MBG bukan sekadar program bantuan pangan, melainkan kebijakan visioner yang menyentuh langsung akar persoalan pembangunan sumber daya manusia (SDM).Program Makan Bergizi Gratis adalah bukti konkret bahwa pemerintah tidak hanya merencanakan, tetapi benar-benar bekerja dan menghadirkan hasil yang dapat dirasakan langsung oleh rakyat,” ujar Arief.
Program MBG saat ini didukung oleh 19.852 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di 38 provinsi, serta telah membuka 819.535 lapangan kerja baru di berbagai daerah. Arief menilai hal ini menunjukkan bahwa MBG juga berperan sebagai penggerak ekonomi lokal dan instrumen pemerataan pembangunan.Dampak MBG sangat komprehensif. Selain meningkatkan kualitas gizi masyarakat, program ini juga menghidupkan ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat ketahanan sosial,” tambahnya.
Investasi pada gizi anak, balita, dan ibu adalah investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Generasi yang sehat, cerdas, dan produktif akan menjadi fondasi utama Indonesia dalam menghadapi tantangan global.
Langkah pemerintah melalui MBG patut diapresiasi dan dijaga keberlanjutannya. Ini adalah strategi pembangunan manusia yang tepat sasaran dan berkeadilan,” tegas Arief.
Ketika negara hadir memenuhi kebutuhan dasar rakyatnya, di situlah kepercayaan publik tumbuh. MBG adalah contoh nyata bagaimana kebijakan publik dapat bekerja secara efektif untuk kesejahteraan bersama,” tutup Arief Martha Rahadyan.





