BeritaBerita TerkiniDaerahNasionalPemerintah

Bupati Deli Serdang Minta BUMD PT. Bhineka Perkasa Jaya Agar Fokus Bangun Rumah Subsidi Masyarakat

134
×

Bupati Deli Serdang Minta BUMD PT. Bhineka Perkasa Jaya Agar Fokus Bangun Rumah Subsidi Masyarakat

Sebarkan artikel ini

Deli Serdang | 1kabar.com

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bhineka Perkasa Jaya harus kembali pada tujuan awal pendiriannya, yakni mengelola dan membangun perumahan subsidi bagi masyarakat.

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bhineka Perkasa Jaya yang dibentuk pada masa kepemimpinan Bupati Deli Serdang, H. Ashari Tambunan, memiliki aktivitas atau fokus utama (core bisnis), pada pengembangan perumahan rakyat diatas lahan-lahan eks Hak Guna Usaha (HGU), khususnya kawasan PTPN-I.

“Sejak awal, core business Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ini bukan mengelola kolam renang, gedung conventional hall atau usaha kuliner. Itu hanya usaha sampingan. Fokus utamanya adalah perumahan subsidi,” ujar Bupati Deli Serdang, dr. H. Asri Ludin Tambunan saat memimpin rapat bersama Jajaran Direksi dan Komisaris Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT. Bhineka Perkasa Jaya di kawasan Kolam Renang Deli Serdang, Kecamatan Lubuk Pakam, Selasa (13/01/2026).

Selama ini, arah pengelolaan perusahaan daerah tersebut menyimpang dari tujuan awal, karena lebih terfokus pada pengelolaan fasilitas rekreasi.

Baca juga Artikel ini  Babinsa Koramil 0201-16/TM Amankan Sekelompok Pemuda Bersenjata di Desa Dalu Sepuluh B-Deli Serdang

Untuk itu, Bupati juga menekankan, BUMD Bhineka Perkasa Jaya harus dikelola secara profesional layaknya perusahaan swasta, bukan seperti perangkat daerah.

“BUMD ini perusahaan, bukan dinas. Hidupnya dari usaha, bukan dari kucuran dana pemerintah daerah,” kata Bupati.

Manajemen seharusnya tidak lagi bergantung pada penyertaan modal dari pemerintah daerah, namun harus mampu memaksimalkan aset yang telah disediakan.

Pemerintah daerah telah menginvestasikan aset dan infrastruktur dengan nilai mencapai puluhan miliar rupiah. Oleh karena itu, tugas manajemen adalah mengelola dan mengembangkan usaha tersebut secara optimal.

“Kalau mau bangun usaha seperti ini dari nol, perlu modal besar. Sekarang semuanya sudah tersedia, tinggal dijalankan,” jelas Bupati.

Bupati menekankan, akan melakukan evaluasi tegas terhadap jajaran direksi bila tidak ada perubahan signifikan dalam pengelolaan perusahaan.

Diungkapkan, Bupati telah memberi waktu sekitar 10 Bulan kepada direktur sebelumnya untuk melakukan pembenahan, namun hasilnya belum memadai.

Baca juga Artikel ini  Publik Pertanyakan Transparansi Retribusi Lapak PKL di Kota Juang

“Saya tidak mau berlama-lama kalau tidak ada perubahan. Kalau tidak bisa bekerja sama dan tidak sejalan dengan visi perusahaan, tentu akan dievaluasi,” tegas Bupati.

Selain itu, Bupati mengingatkan seluruh pegawai dan manajemen untuk menjaga integritas dan tidak melakukan praktik-praktik yang merugikan perusahaan.

Bupati juga menyoroti pengelolaan kolam renang milik BUMD, khususnya tarif masuk bagi anak-anak sekolah yang dinilai terlalu tinggi.

Diinstruksikan, agar tarif hari kerja bagi pelajar diturunkan menjadi Rp. 1.000 hingga maksimal Rp. 5.000.

“Yang penting ramai dulu. Kalau sudah ramai, baru kita bicara pendapatan. Biaya perawatan kolam tidak jauh berbeda, mau pengunjung sedikit atau banyak,” saran Bupati.

Menurut Bupati, langkah tersebut bertujuan menghidupkan kembali fasilitas yang ada serta memberi akses hiburan murah bagi masyarakat, terutama anak-anak.

BUMD juga didorong untuk mulai menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk rumah sakit daerah, sekolah, dan lembaga pendidikan, untuk memanfaatkan fasilitas yang ada.

Baca juga Artikel ini  FKDM Ujung Tombak Deteksi Dini Potensi Gejolak di Masyarakat, "Bupati Deli Serdang Yang Tidak Ada Membuat Laporan Akan Diganti"

Di tahun ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang berencana untuk memulai kembali program pembangunan perumahan subsidi melalui BUMD Bhineka Perkasa Jaya.

Skema yang direncanakan adalah kerja sama pemanfaatan lahan dengan instansi pemilik aset negara maupun daerah, sementara pembangunan dilakukan oleh BUMD dengan skema usaha patungan. “Kita ingin BUMD ini benar-benar menjadi motor pembangunan perumahan rakyat,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Deli Serdang, Lom Lom Suwondo menegaskan, BUMD harus mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus memberi manfaat langsung kepada masyarakat. “BUMD harus sehat secara bisnis, tapi juga tetap membawa dampak sosial,” kata Wabup di rapat yang turut dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Deli Serdang, Dedi Maswardy, SSos., MAP dan para pejabat Pemkab Deli Serdang terkait; Direktur Utama BUMD PT Bhineka Perkasa Jaya, Deny Reza, ST beserta Direktur dan Komisaris lainnya.(***)