MEDAN | 1kabar.com
Ratusan Relawan Pendukung Bobby Nasution dengan menggunakan 3 Bus dan 15 Angkot mendatangi Mapolda Sumatera Utara, Rabu (18/06/2025) menuntut pemilik akun TikTok @tripx313 dan @amora.lemos2 segera ditangkap.
Di depan Mapolda Sumatera Utara, tumpukan Relawan Pendukung Bobby Nasution yang menyebabkan arus kendaraan yang melambat, menggelar aksi damai dengan berbagai spanduk yang bertuliskan bentuk protes terhadap maraknya konten penghinaan dan pelecehan di media sosial, terutama yang menyasar Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Bobby Afif Nasution dan keluarganya yang Dumasnya telah diserahkan ke Polda Sumatera Utara, pada Jumat (13/06/2025) lalu.
Selain itu, dalam aksi peserta menggelar drama traktikal terkait penghinaan lewat media sosial yang membawa pesan serta menyentil keras perilaku warganet yang kerap melecehkan tanpa empati.
Saat orasinya yang dilakukan perwakilan secara bergantian, disampaikan tiga tuntutan kepada Kapolda Sumatera Utara yakni, pertama, menegakkan hukum seadil-adilnya, kedua, menangkap pemilik akun TikTok @tripx313_ dan @amora.lemos2, dan ketiga, menegakkan keadilan bagi para Perempuan korban pelecehan di Sumatera Utara.
Usai menyampaikan orasinya kurang lebih satu jam, beberapa perwakilan Relawan Pendukung Bobby Nasution diundang ke SPKT Polda Sumatera Utara untuk membahas terkait tuntutan mereka.
Setengah jam membahas tuntutan, selanjutnya para pewakilan Relawan Pendukung Bobby Nasution menyampaikan pernyataannya dihadapan para wartawan.
Perwakilan Millenial Bobby menyebutkan aksi ini sebagai bentuk dorongan kepada Polda Sumatera Utara agar bertindak transparan dalam memproses kasus pencemaran nama baik terhadap Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Bobby Afif Nasution dan keluarganya.
“Agar kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Polda Sumatera Utara tetap baik,” ujarnya.
Sementara itu, Alexius Turnip dari Relawan Parhobas menilai bahwa hukum adalah panglima tertinggi yang harus ditegakkan secara adil.
“Ini bentuk soliditas Relawan dan Masyarakat. Semua berhak atas keadilan, termasuk Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Bobby Afif Nasution. Jangan sampai kasus seperti ini menjadi contoh bagi pelaku lain untuk melakukan hal serupa. Kami percaya Polda Sumatera Utara akan profesional dan bertindak sesuai SOP,” kata Alexius.
Perwakilan Relawan Pendukung Bobby Nasution dari Naga Bonar turut menyampaikan harapan agar Polda Sumatera Utara tidak menunda-nunda penanganan laporan.
“Kita ingin Polda Sumatera Utara profesional dan cepat, supaya tidak muncul opini liar yang terus berkembang,” ucapnya.
Selanjutnya, Pembina Relawan Pendukung Bobby Nasution sekaligus Tokoh Keluarga Bobby Nasution, Erwan Rozadi Nasution menegaskan bahwa proses hukum harus berjalan dan penyidik diberikan ruang bekerja sesuai prosedur. Ia menyoroti lambannya penanganan laporan yang telah dilayangkan sejak Jumat lalu.
“Tujuan kami ke sini adalah meminta Polda Sumatera Utara segera memproses Dumas dari Relawan Pendukung Bobby Nasution. Tapi setelah kami temui perwakilan, tidak ada titik terang. Yang ada hanya lempar-lempar bola. Kami sempat komplain karena Perwira yang hadir pun tidak bisa memberikan jawaban tegas dan kembali melempar ke penyidik,” ujar Erwan.
Erwan menyayangkan jika tidak ada kepastian waktu penanganan laporan, karena hal ini bisa memicu munculnya lebih banyak konten serupa.
“Kalau Polda Sumatera Utara hanya memberikan harapan-harapan tanpa kejelasan, kami akan turunkan lebih banyak massa. Ini bukan main-main,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa jika laporan terus diabaikan, dampaknya bukan hanya pada Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Bobby Afif Nasution dan keluarganya, tetapi juga pada masyarakat luas.
“Bayangkan jika akun TikTok tersebut dibuka oleh anak-anak. Ini bukan sekadar soal nama baik, tapi soal martabat keluarga. Saya, sebagai Pembina Relawan dan Orang Tua Bobby Nasution, tidak terima keluarga kami disebut dajal,” ucap Erwan dengan nada keras.
Erwan juga mengingatkan bahwa Masyarakat Sumatera Utara masih memiliki Adat dan Etika.
“Langkah kami ini adalah untuk menunjukkan bahwa orang Sumatera Utara tidak kehilangan Adab. Jika tidak ada tindakan tegas dari aparat, akun-akun penghinaan dan kebencian akan terus bermunculan. Karena itu saya beri ultimatum kepada Polda Sumatera Utara : jika tidak ditindak cepat, kami akan datang dengan massa yang lebih besar,” sebutnya.
Dalam aksi ini, Puluhan Kelompok Relawan Pendukung Bobby Nasution turut hadir, diantaranya : Perempuan Tangguh BN, Baja BN, AMPI Sumut, Cream, Dunsanak, SBB, MBN, Parhobas, GMB, Brothers, Projo Muda Sumut, PKBN, Bara JP, Pasti Bobby, Rumah Aspirasi BN, Progib, RBM, Rembasu, RKIH, Sorban, Terabas Asahan, Pareban Palas, Pagibo Nias, Matahari Bobby, Garda Persada, BBA, Tiger, BMB, Bcnber, Gerbang, Rebon Deli, Praka 08, GPBN, Garda Medan Utara, Prajaniti, Baret45, Bimantara, Bombon, Naga Bonar, Barisan Bobby Nasution Indonesia, Mantab, Sembisa Karo, Sahabat Bobby Batubara, Komunitas Mangrove Medan, N4J, Airbons, Bhineka Nusantara, dan RK Bona.(1kabar.com)




