Berita TerkiniDaerahNasionalPeristiwaPerusahaan

Diduga Kajian Tidak Tepat, Ketua PAC PP Kecamatan Medan Belawan, Hadi Suhendra Minta Tutup Aktivitas Depo Peti Kemas Milik PT. Jaya Industri Utama

62
×

Diduga Kajian Tidak Tepat, Ketua PAC PP Kecamatan Medan Belawan, Hadi Suhendra Minta Tutup Aktivitas Depo Peti Kemas Milik PT. Jaya Industri Utama

Sebarkan artikel ini

BELAWAN | 1kabar.com

Aktivitas Depo Peti Kemas milik PT. Jaya Industri Utama (JIU) yang berada di Jalan Medan Belawan, Kelurahan Belawan 1 (Satu), Kecamatan Medan Belawan tepatnya di depan Terminal Penumpang Bandar Deli menuai kritikan tajam dari berbagai Elemen Masyarakat khususnya Tokoh Pemuda Masyarakat Kecamatan Medan Belawan, Senin (13/05/2024).

Pasalnya Lahan Depo Peti Kemas milik PT. Jaya Industri Utama (JIU) tersebut terlalu kecil sehingga berakibat banyaknya Truk Pengangkut Kontainer harus Parkir sembarangan tepatnya di Pinggir Badan Jalan Raya Umum Kecamatan Medan Belawan.

Selain keresahan, tentunya hal tersebut dapat menimbulkan ketidak nyamanan lantaran di sebabkan Depo Peti Kemas milik PT. Jaya Industri Utama (JIU) berada di pemukiman masyarakat yang mana efeknya menimbulkan kemacetan dan terjadinya polusi udara.

Hal tersebut di sampaikan oleh Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila (PP) Kecamatan Medan Belawan, Hadi Suhendra, kepada wartawan di Kantor Sekretariat Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila (PP) Kecamatan Medan Belawan, Senin, 13 Mei 2024.

Ia mengatakan bahwa kajian awal yang di lakukan oleh pihak Kantor Kesyabandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Belawan atas LahanĀ  PT. KAI yang di sewakan kepada Depo Peti Kemas milik PT. Jaya Industri Utama (JIU) tidak tepat sasaran.

“Jadi kajian Lahan Depo Peti Kemas tersebut di lakukan tidak sesuai dengan fakta di lapangan atau tidak tepat sasaran, contohnya berhadapan dengan Terminal Penumpang Bandar Deli, menimbulkan kemacetan di Jalan Raya Umum Kecamatan Medan Belawan, Depo Peti Kemas berada di pemukiman masyarakat dan menimbulkan banyak debu sehingga menyebabkan polusi udara,” jelas Hadi Suhendra.

“Untuk itu, Saya meminta kepada seluruh Instansi terkait untuk segera menutup Depo Peti Kemas tersebut yang berada di depan Terminal Bandar Deli, yang sangat-sangat meresahkan masyarakat,” tegas Ketua PAC PP Kecamatan Medan Belawan, Hadi Suhendra, Senin, 13 Mei 2024.

Di tempat terpisah, menurut keterangan narasumber yang tidak ingin di sebutkan namanya mengatakan bahwa Truk Pengangkut Kontainer Parkir sembarangan di sebabkan Depo Peti Kemas milik PT Jaya Industri Utama (JIU) sudah penuh sehingga Truk Pengangkut Kontainer tidak dapat masuk ke Depo Peti Kemas.

“Sudah sempit Bang lokasi Depo Peti Kemasnya, mangkanya Truk Pengangkut Kontainer tidak dapat masuk ke Depo Peti Kemas. Mau tidak mau kami harus memilih Parkir dulu sebelum membongkar atau memuat Kontainer,” kata Supir Truk kepada wartawan, Senin, 13 Mei 2024.

Lanjut narasumber, “Sebenarnya lokasi Depo Peti Kemas ini terlalu kecil Luas Lahannya Bang sehingga tidak dapat menampung banyaknya jumlah Kontainer yang masuk, meski pun akses keluar masuk Truk terkadang di buka mau dua pintu atau satu pintu, kalau sudah padat begini Kontainernya baru pintu keluar satunya di buka Bang.”

Berbeda dengan Depo Peti Kemas yang lainnya Bang Lahannya sangat Luas dan Truk pun tidak harus Parkir di Pinggir Badan Jalan dan bisa keluar masuk Depo Peti Kemas, sehingga tidak menghambat Truk baik itu sedang muat Kontainer mau pun bongkar,” tambahnya.

Sementara itu salah satu warga masyarakat menyebutkan bahwa lokasi Depo Peti Kemas milik PT. Jaya Industri Utama (JIU) perlu kembali di lakukan kaji ulang fisik Depo Peti Kemas tersebut oleh pihak Instansi terkait, apa lagi di sinikan padat pemukiman masyarakat Bang, banyak anak-anak yang lalu-lalang keluar masuk jadi rasanya kurang layak juga, masak Depo Peti Kemas berada di lingkungan masyarakat apa tidak ada tempat lain rupanya.

Selain itu, lokasi Depo Peti Kemas tersebut berhadapan dengan Terminal Penumpang Bandar Deli, jadi sudah barang tentu menimbulkan kemacetan nanti nya jika Kapal Penumpang sandar di Dermaga Terminal Penumpang,” ujarnya.

Lanjutnya, “Kita akui saat ini memang Kementerian Perhubungan mempermudah Usaha, tetapi harus tepat sasarannya, mengandung resiko tidak, jangan sampai ada yang di rugikan, seperti kemacetan dan lain lainnya. Jadi jangan hanya berdasarkan OSS nya saja, sesudah cek fisik kalau tidak layak jangan terbitkan Rekomendasi Depo Peti Kemasnya.”

“Coba Abang lihat susunan Kontainernya kan cukup berisiko, tapi jauh-jauh lah, bisa kita bayangkan dengan ketinggian segitu, misalnya tiba-tiba jatuh Kontainernya ke Jalan Umum lalu menimpa pengguna jalan atau warga masyarakat, kan sudah pasti ada yang di rugikan,” ungkap warga masyarakat.

Menurut keterangan yang di kutip dari pemberitaan media ini sebelumnya, Kepala Seksi Angkutan Laut KSOP Utama Belawan, Nurlaili SE., MM, saat di konfirmasi wartawan Selasa 30 April 2024 lalu menjelaskan sebelum Rekomendasi Depo Peti Kemas milik PT. Jaya Industri Utama (JUI) bahwa pihak KSOP Utama Belawan sudah melakukan kajian di lapangan baru-baru ini.

“Kita sudah melakukan kajian di lokasi Pak dan pintu masuk ujung nanti itu janjinya akan di tutup karena dekat dengan Terminal Penumpang Bandar Deli, jadi melalui pintu masuk satunya lagi digunakan,” ucapnya.

“Berdasarkan kajian tersebut serta registrasi oleh OSS sudah ada maka Rekomendasi Depo Peti Kemas di terbitkan, jadi itu sudah layak Pak. Apa lagi sekarang Menteri Perhubungan sudah mempermudah Usaha, kalau dulu harus mempunyai modal sekian dan armada sekian banyak,” tutup Nurlaili, Senin, 13 Mei 2024.

Pantauan wartawan di lapangan, tampak Truk Trailer dan Truk Pengangkut Kontainer lainnya sedang keluar dari Depo Peti Kemas milik PT. Jaya Industri Utama (JIU) melalui pintu keluar depan persisnya berhadapan dengan Terminal Penumpang Bandar Deli. Padahal sebelumnya pihak KSOP Utama Belawan melarangĀ  pihak PT. Jaya Industri Utama (JIU) agar pintu keluar depan tidak boleh di buka, cukup satu pintu saja agar tidak menimbulkan kemacetan nantinya, apa lagi ketika Kapal Penumpang Sandar ke Terminal Penumpang Bandar Deli.

Namun larangan tersebut di abaikan, tetap saja pintu keluar tepatnya di depan Terminal Penumpang Bandar Deli di buka agar Truk pengangkut Kontainer tersebut dapat bisa keluar dari Depo Peti Kemas lantaran di sebabkan kontainer sudah penuh.(***)

Editor : (Chaidir Toweren)

Ketuk Play Untuk Melihat Tayangan DMTV Malang