Berita Terkini

Dinilai Tidak Komunikatif Ini Penjelasan Direktur RSUD dr. Fauziah Bireuen

364
×

Dinilai Tidak Komunikatif Ini Penjelasan Direktur RSUD dr. Fauziah Bireuen

Sebarkan artikel ini

Bireuen | 1kabar.com

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Fauziah dr Mukhtar Mars, Menjelaskan kepada 1kabar.com terkait adanya pemberitaan pada sebuah media online yang mengatakan dirinya tak Komunikatif, Kamis (2/5/2024).

“Maksud kata tak Komunikatif tersebut menurut saya sebuah tuduhan yang tidak mendasar, dari dulu saya menjabat dan saat ini kembali menjabat saya selalu well come buat kawan-kawan media bila ingin menjumpai saya, “ujarnya.

Apakah dasar tersebut sehingga dikaitkan Rumah sakit terancam kemajuannya. Perlu digarisbawahi bahwa pergantian direktur RSUD baru 3 bulan yang lalu atau dengan kata lain belum mencapai 100 hari kerja. Bagaimana seseorang belum mencapai 100 hari kerja di anggap gagal dalam memimpin sebuah jabatan, tambahnya.

Terkait tarif parkir, sejak diberlakukan di RSUD dr Fauziah sudah menggunakan aturan yang berlaku dan sudah di atur dalam peraturan daerah (perda) kabupaten Bireuen, dan hal tersebut diberlakukan sebelum saya menjadi direktur kembali di Rumah Sakit dr. Fauziah. Dan tidak ada yang namanya tarif parkir sekali parkir sebesar Rp 10.000,- dan kami juga telah menempelkan papan informasi terkait qanun biaya parkir di tempat pembayaran parkir.

Justru saat ini kita sedang melakukan pembenahan terkait apa-apa yang disampaikan oleh rekan-rekan media kepada saya, dan adanya plus minus atau pro dan kontra didalam sebuah institusi itu sudah menjadi tradisi, insyaallah dengan kerja baik dan niat baik semua akan berjalan dengan baik, dan bila ada pelayanan yang belum selesai atau maksimal itu karena kita sedang kembangkan terus menerus karena ilmu medis berkembang terus luar biasa dan tak ada habisnya, ungkap dr Mukhtar.

dr. Mukhtar menambahkan, bahwa Media adalah sarana sosial kontrol dan kita mendukung rekan-rekan media memberikan kritik dan saran untuk kemajuan Rumah Sakit dr Fauziah. Bagi saya kritikan adalah modal utama untuk menjadi lebih baik lagi kedepannya. Sebagai seorang Publik saya juga harus siap untuk di kritik karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT kita manusia tidak terlepas dari kealpaan dan saya berterima kasih sekali bila kawan-kawan media masih mau mengkritik saya berarti ada yang bisa mengingat kan saya.

Mengurusi Rumah Sakit tidak semudah membalikkan telapak tangan, banyak faktor yang mempengaruhinya apalagi dengan dana yang sangat minim ditambah membayar banyak kewajiban. Selama ini kita juga sudah transparan, kalau memang di anggap tidak transparansi dimana yang tidak transparansi, jelasnya.

Kedepannya saya akan lebih komunikatif lagi, semoga apa yang menjadi harapan rekan-rekan untuk kebaikan akan kita jalankan, juga bila ada indikasi yang tidak baik, bila tidak dapat menghubungi saya, silahkan berkomunikasi dengan wadir dan humas di manajemen RSUD dr Fauziah Bireuen, kami tidak alergi dikritik, tetapi kritiklah yang cerdas, tutup dr Mukhtar.

Sebagai catatan dr Mukhtar Mars terakhir menjabat direktur RSUD dr Fauziah, pada tanggal 27 Februari 2020 di ganti kan oleh dr.Amir Addani, M.Kes. Beliau menjabat direktur sejak masa kepemimpinan Bupati Ruslan M.Daud, kemudian berganti dengan H, Saifanur dan dimasa Bupati Muzakkar A.Gani, dr. Mukhtar Mars di tempatkan sebagai staf Ahli bidang keistimewaan Aceh, SDM dan kerjasama.

Banyak catatan prestasi saat dr.Mukhtar menjabat direktur RSUD dr Fauziah, salah satunya akreditasi pertama mendapat bintang lima. Dan pada periode terdahulu banyak pelayanan yang canggih dan unggulan yang belum pernah ada di tempat lain yang kita prioritaskan dan kita kembangkan. Sehingga banyak masyarakat Aceh yang berobat ke Bireuen bahkan sampai dari provinsi luar Aceh pergi berobat ke rumah sakit dr Fauziah Bireuen.

Oleh : Chaidir Toweren/ Nurdin Ismehram

Ketuk Play Untuk Melihat Tayangan DMTV Malang