BeritaBerita TerkiniDaerahNasionalPemerintahPeristiwaPerusahaanPolriTNI

Galian C Diduga Ilegal Marak di Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deli Serdang, APH Tutup Mata.!!!.

122
×

Galian C Diduga Ilegal Marak di Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deli Serdang, APH Tutup Mata.!!!.

Sebarkan artikel ini

DELI SERDANG | 1kabar.com

Aktivitas Galian C yang diduga Ilegal di Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deli Serdang, terus beroperasi tanpa tersentuh hukum. Pengelola Galian C yang diduga Ilegal di beberapa lokasi secara terang-terangan melaksanakan kegiatan mereka, seolah-olah kebal hukum dan APH tutup mata.

Lebih ironis lagi, lokasi galian C yang diduga Ilegal ini berada di Lahan Hak Guna Usaha (HGU) aktif sejak Tahun 1994, yaitu di Kebun Limau Mungkur, PT. Perkebunan Nusantara I (PTPN-1) Regional 1, yang tidak pernah tersentuh hukum, Rabu (22/05/2024).

Berikut lokasi Galian C yang diduga Ilegal yang teridentifikasi :

1). Ujung Kampung, Dusun 1 Tungkusan/Corcoran, Desa Tadukan Raga. – Terdapat empat alat berat ekskavator yang diduga milik seorang warga berinisial Muklis.

2). Jalan Bakron, Dusun 3 Sinembah, Desa Limau Mungkur. – Terdapat satu alat berat ekskavator yang diduga milik seorang warga berinisial Pareh.

Kedua lokasi ini tidak memiliki Plank Izin Usaha Pertambangan (IUP) operasi produksi, namun terus beroperasi, menguntungkan pengelola dan oknum-oknum tertentu untuk memperkaya diri sendiri.

Maraknya aktivitas Galian C yang diduga Ilegal ini jelas melanggar Undang-Undang (UU) Nomor : 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba). Pasal 33 mengatur bahwa setiap kegiatan pertambangan harus melaksanakan pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup. Pelanggaran terhadap ketentuan ini dapat dikenakan sanksi pidana dan administratif sesuai dengan Pasal 162 dan Pasal 165. Selain itu, Undang-Undang (UU) Nomor : 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup juga menegaskan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dari dampak negatif aktivitas pertambangan yang tidak terkendali.

Dari informasi temuan tim wartawan di lapangan, kedua lokasi Galian C yang diduga Ilegal tersebut yang diduga telah mendapatkan izin dari oknum tertentu sehingga tidak pernah tersentuh hukum. PNN (36), seorang warga yang mana namanya tidak mau di publikasikan, mengatakan bahwa aktivitas galian C yang diduga Ilegal ini sangat meresahkan warga setempat. Bahkan, warga Kecamatan STM Hilir pernah melakukan aksi unjuk rasa dengan menghentikan puluhan truk, namun Polisi tetap tidak mengambil tindakan terhadap pengelola dan alat berat, melainkan terus membiarkan aktivitas galian C yang diduga Ilegal tersebut berlanjut.

Humas PT. Perkebunan Nusantara I (PTPN-1( Regional 1, Rahmat Kurniawan, membenarkan bahwa Lahan tersebut masih merupakan Areal Hak Guna Usaha (HGU) aktif dan dalam waktu dekat akan dilakukan pembersihan Lahan di Areal tersebut.

“Warga berharap kepada Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Kapolda Sumatera Utara, Penjabat (Pj) Bupati Deli Serdang, Kapolresta Deli Serdang, dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Deli Serdang untuk menindak tegas aktivitas Galian C yang diduga Ilegal tersebut,” ujarnya, Rabu (22/05/2024).

Situasi ini menuntut tindakan tegas dari pihak berwenang untuk memastikan bahwa hukum benar-benar ditegakkan dan kesejahteraan masyarakat terjaga dari dampak negatif aktivitas Galian C yang diduga Ilegal. Aparat Penegak Hukum (APH) diharapkan segera bertindak sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang (UU) Minerba dan Undang-Undang (UU) Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup untuk menghentikan pelanggaran yang merusak lingkungan dan merugikan masyarakat.

Tim wartawan pun di lokasi yang bertugas juga meminta tanggapan warga yang melintas menuju ke Kecamatan Tanjung Morawa dan menuju Kecamatan STM Hilir, “Kami sangat terganggu akibat debu yang sangat tebal dari truk pengangkut tanah Galian C yang diduga Ilegal yang berjatuhan dijalan ini Bang, dan jalan pun sudah mulai hancur dikarenakan truk mengangkut tanah dengan kapasitas yang melebihi tonasenya,” ucap warga yang saat itu melintas.(Jaguar0101/Team)

Ketuk Play Untuk Melihat Tayangan DMTV Malang