BeritaBerita TerkiniDaerahKulinerNasionalPemerintahPerusahaanPolriTNI

Gelar Pasar Murah Sambut Tahun Baru Imlek 2577, Wali Kota Medan Jaga Stabilitas Harga dan Perkuat Harmoni Warga

108
×

Gelar Pasar Murah Sambut Tahun Baru Imlek 2577, Wali Kota Medan Jaga Stabilitas Harga dan Perkuat Harmoni Warga

Sebarkan artikel ini

MEDAN | 1kabar.com

Lapangan Barasokai di Jalan Rahmadsyah, Kelurahan Kota Matsum I, Kecamatan Medan Area, Senin (09/02/2026) pagi itu terasa berbeda. Deretan stan berisi bahan kebutuhan pokok terpajang rapi, warga masyarakat datang silih berganti, sebagian membawa tas belanja, sebagian lagi tersenyum lega. Di tengah suasana itu, Pemerintah Kota Medan menghadirkan sesuatu yang lebih dari sekadar pasar murah: kepedulian dan kebersamaan.

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas secara resmi membuka Pasar Murah dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek 2577. Bagi warga masyarakat, kegiatan ini bukan hanya tentang harga yang lebih terjangkau, tetapi juga tentang kehadiran pemerintah disaat masyarakat membutuhkan.

Pasar murah ini digelar di dua titik, yakni Kelurahan Sei Rengas II, Kecamatan Medan Area, serta Kelurahan Kota Bangun, Kecamatan Medan Deli. Selama lima hari, mulai 9 hingga 13 Februari 2026, masyarakat dapat membeli delapan jenis kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran—mulai dari beras, gula, telur, tepung terigu, hingga minyak goreng dan sirup.

Antusiasme warga masyarakat terlihat jelas. Sejak pagi, mereka memanfaatkan kesempatan untuk memenuhi kebutuhan menjelang Imlek, hari besar yang sarat makna bagi masyarakat Tionghoa. Namun dibalik geliat ekonomi itu, Rico Waas menyampaikan pesan yang lebih dalam.

Baca juga Artikel ini  28 Perusahaan yang Izinnya di Cabut Akan Dikelola oleh DANANTARA, LBH Medan : "Pencabutan Izin Hanya Sebatas Ganti Baju"

Dalam sambutannya, Rico Waas menegaskan bahwa Pasar Murah bukan semata upaya menekan inflasi dan menjaga stabilitas harga. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi simbol bagaimana Kota Medan merawat keberagaman dan harmoni warganya.

“Kalau mau melihat Kota yang begitu beragam sebagai simbol Indonesia, lihatlah Kota Medan,” ujar Rico Waas. Dengan masyarakat Tionghoa yang mencapai sekitar 10–11 persen dari total penduduk, Medan menjadi salah satu kota paling majemuk di wilayah barat Indonesia. “Kita hidup dengan toleransi, saling menyayangi, dan saling melindungi. Itulah sejatinya Indonesia.”

Suami Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Medan, Airin Rico Waas ini juga menegaskan bahwa jargon ‘Medan Untuk Semua, Semua Untuk Medan’ bukan sekadar slogan. Bagi Rico Waas, itu adalah komitmen nyata pemerintah untuk memastikan seluruh umat beragama merasa aman, dihargai, dan memiliki Kota ini sepenuhnya.

Baca juga Artikel ini  Arief Martha Rahadyan Apresiasi Keterbukaan Pemerintah Terima Masukan Tokoh Masyarakat

Menariknya, di tengah perayaan Imlek dan geliat pasar murah, Rico Waas menyinggung realitas sosial di era modern. Ia mengingatkan bahwa kecanggihan teknologi justru kerap menciptakan jarak antarmanusia.

“Sekarang berkumpul itu jadi barang mewah. Kadang kita malas, cukup video call saja,” tuturnya. Padahal, menurut Rico, kekuatan Bangsa Indonesia terletak pada gotong royong dan sikap komunal. Ia bahkan mengimbau para camat untuk mendata para orang tua yang tinggal sendiri, agar lingkungan sekitar bisa memberi perhatian lebih, khususnya saat perayaan Imlek.

Menutup sambutannya, Rico Waas menyampaikan harapan optimistis menyambut tahun bershio Kuda Api. “Kuda itu larinya kencang, gagah, dan penuh semangat. Apalagi ada unsur apinya. Kita berharap semangat ini membawa Kota Medan berlari semakin kencang dalam pembangunan,” katanya penuh keyakinan.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan, Citra Effendi Capah, menjelaskan bahwa pasar murah ini digelar untuk membantu masyarakat, khususnya etnis Tionghoa, dalam memenuhi kebutuhan pokok menjelang hari besar keagamaan nasional, sekaligus menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi.

Baca juga Artikel ini  Polres Tanah Karo Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Perjudian di Jalan Singa Kelurahan Lau Cimba-Tanah Karo

Ia merinci, warga Kecamatan Medan Labuhan dan Kecamatan Medan Marelan dapat berbelanja di Kelurahan Kota Bangun, Kecamatan Medan Deli. Sedangkan warga Kecamatan Medan Kota, Medan Tembung, dan sekitarnya dapat mengunjungi lokasi di Kelurahan Sei Rengas II, Kecamatan Medan Area.

Harga bahan pokok yang ditawarkan pun cukup signifikan setelah disubsidi, antara lain beras medium Rp. 12.100 per kilogram, gula pasir Rp. 15.000 per kilogram, tepung terigu Rp. 8.740 per kilogram, telur Rp. 1.350 per butir, dan kacang tanah kupas Rp30.400 per kilogram. Minyak goreng Sania 1 liter dijual Rp. 17.700, margarin Palmia 200 gram Rp. 6.400, serta berbagai jenis sirup dengan harga di bawah pasaran.

Di Lapangan Barasokai hari itu, Pasar Murah bukan sekadar tempat transaksi. Ia menjadi ruang perjumpaan—antara pemerintah dan warga, antara kebutuhan ekonomi dan nilai kemanusiaan, antara Imlek dan semangat kebersamaan yang terus dijaga di Kota Medan.(inn0101/splwo)