Berita

Gerak Cepat Tanggapi Laporan Warga, DLHK Kota Langsa Sigap Bersihkan Parit Kota

120
×

Gerak Cepat Tanggapi Laporan Warga, DLHK Kota Langsa Sigap Bersihkan Parit Kota

Sebarkan artikel ini

Langsa | 1kabar.com

Menanggapi laporan warga dan pedagang terkait parit/drainase di seputaran eks gedung Dispenda Aceh Timur yang berada di pusat kota yang mengeluarkan bau tidak sedap , Dinas Lingkungan Hidup, dan Kebersihan (DLHK) Kota Langsa bergerak cepat melakukan proses pembersihan.

Hingga berita ini diturunkan pada Minggu (26/5/2024), Plt Kadis DLHK kota Langsa H.Ade Putra Wijaya Siregar, ST,.MM
, memberi keterangan bahwa pihaknya akan terus berupaya memberikan respon cepat terkait setiap laporan yang masuk.

“Kami akan terus berusaha menanggapi setiap laporan-laporan dan keluhan yang masuk terkait kondisi lingkungan, kebersihan dan keindahan. Baik itu yang masuk via online maupun offline. Seperti halnya laporan warga terkait sampah, parit/drainase dan penerangan jalan yang padam. Akan kita upayakan respon cepat perbaikannya sesegera mungkin.” Terangnya.

Adapun hal tersebut menjadi salah satu bukti nyata keseriusan dinas terkait memastikan setiap sudut kota tetap terjaga lingkungannya.

“…Menjadi tanggung jawab yang harus kami segerakan prosesnya. Kita utamakan yang menjadi keluhan warga terkait kebersihan dan keindahan lingkungan” Tambahnya lagi.

Untuk memastikan kondisi kebersihan, lingkungan dan Penerangan Jalan Umum Kota Langsa selalu terjaga, DLHK rutin melakukan kegiatan dan berharap adanya peran serta masyarakat dan media sebagai kontrol sosial untuk dapat memberikan laporan, masukan dan saran agar DLHK terus dapat bekerja dengan baik,harapnya.

Kegiatan ini hari, adalah salah satu bentuk respon cepat dinas DLHK kota Langsa, pada hari Sabtu 25 Mei 2024 kita mendapat laporan masyarakat terkait kondisi parit yang mengeluarkan bau tidak sedap sehingga sangat bau tersebut sangat terganggu para pedagang dan masyarakat. Kita juga berharap agar para pedagang juga ikut menjaga kebersihan, apalagi parit didaerah tersebut banyak di tutup oleh pedagang jadi sulit untuk di kontrol, tutup Putra. (Tim)

Ketuk Play Untuk Melihat Tayangan DMTV Malang