Berita Terkini

Imbas Pemberhentian Kadus, Suhu Warga Sukajadi Kebun Ireng Memanas

376
×

Imbas Pemberhentian Kadus, Suhu Warga Sukajadi Kebun Ireng Memanas

Sebarkan artikel ini

Langsa | 1kabar.com

Situasi di Gampong Sukajadi Kebun Ireng, kecamatan Langsa Lama Kota Langsa, mulai memanas menyusul pemberhentian Kepala Dusun (Kadus) Sunarno. Warga yang menilai keputusan itu tidak transparan kini menyoroti kembali berbagai persoalan lama yang hingga kini belum terselesaikan, terutama terkait pengelolaan aset Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) dan penyaluran sejumlah bantuan dana desa.

Masyarakat mempertanyakan keberadaan aset BUMG yang hingga saat ini tidak diketahui secara pasti. Padahal, berdasarkan perencanaan, BUMG tersebut seharusnya sudah beroperasi dan memberikan manfaat ekonomi bagi warga. Namun, di bawah kepemimpinan mantan Geuchik Ediputra dan Tuha Peut yang ditunjuk langsung tanpa proses pemilihan warga, keberadaan aset itu justru tidak jelas.

“Kami ingin tahu ke mana aset BUMG dibawa. Dulu katanya ada usaha yang dikelola oleh gampong, tapi sekarang tak ada wujudnya. Kalau memang dikelola, mana hasilnya? Jangan-jangan sudah berpindah tangan,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya kepada 1kabar, Rabu (15/10/2025).

Selain persoalan BUMG, warga juga mempertanyakan sejumlah bantuan dana desa yang disalurkan melalui berbagai program, baik langsung maupun melalui BUMG. Warga menilai tidak ada laporan yang transparan mengenai penggunaan dana tersebut.

 “Kami heran, katanya sudah pernah diperiksa Inspektorat, tapi sampai sekarang hasilnya tidak jelas. Kalau memang ada temuan, sampaikan ke publik. Jangan dibiarkan seperti ini, nanti warga bisa kehilangan kepercayaan,” ujar salah seorang tokoh masyarakat setempat dengan nada kecewa.

Sejumlah warga juga menuding adanya keanehan dalam struktur pemerintahan gampong, di mana Tuha Peut yang kini menjabat disebut tidak dipilih melalui musyawarah warga, melainkan ditunjuk langsung oleh Geuchik dengan alasan tidak ada yang mendaftar. Hal ini dianggap menyalahi prinsip partisipasi dan keterbukaan sebagaimana diamanatkan dalam tata kelola pemerintahan desa.

Baca juga Artikel ini  Lurah Perintis di Medan Timur Lapor ke Polsek Medan Timur setelah Didorong Warga Masuk ke Parit saat Bongkar Polisi Tidur

Situasi makin memanas setelah warga menilai pemerintah kota, khususnya Inspektorat Kota Langsa, terkesan lamban dan tidak terbuka dalam menindaklanjuti hasil pemeriksaan.

“Kalau pemerintah kota terus diam, jangan salahkan warga kalau nanti kami turun ke jalan. Kami butuh kejelasan, bukan janji,” tegas seorang warga lainnya.

Menanggapi hal tersebut, tim media 1kabar telah mencoba melakukan konfirmasi langsung kepada mantan Geuchik Sukajadi Kebun Ireng, Ediputra, baik melalui sambungan telepon maupun pesan WhatsApp. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan jawaban ataupun klarifikasi atas berbagai tudingan yang disampaikan warga.

Baca juga Artikel ini  AKBP Muhammad Yusuf, S.I.K.: Pemimpin Humanis di Balik Kehadiran Bhabinkamtibmas di Tengah Masyarakat

Sementara itu, pihak Inspektorat Kota Langsa membenarkan bahwa mereka telah melakukan pemeriksaan terhadap dugaan ketidaktertiban dalam pengelolaan dana desa dan aset BUMG di Gampong Sukajadi Kebun Ireng. Namun, hingga kini belum ada hasil resmi yang disampaikan kepada publik maupun masyarakat setempat.

Baca juga Artikel ini  Kodam I/BB Salurkan Bantuan 250 Paket Makan Bergizi Gratis ke 7 Panti Asuhan di Koramil 0201-08/Medan Amplas

Kondisi ini menimbulkan keresahan dan kecurigaan baru di tengah masyarakat. Warga berharap pemerintah kota tidak membiarkan persoalan ini berlarut-larut dan segera menindaklanjuti hasil pemeriksaan secara terbuka.

 “Kalau memang tidak ada penyimpangan, sampaikan secara resmi. Tapi kalau ada pelanggaran, jangan ragu ambil tindakan tegas. Kami hanya ingin transparansi,” pungkas warga dengan tegas.

Masyarakat juga mendesak Pemerintah Kota Langsa untuk bersikap proaktif dan tidak menunggu hingga warga melakukan aksi protes terbuka. Bagi warga, kejelasan pengelolaan dana desa dan aset BUMG bukan hanya soal uang, tetapi soal kepercayaan publik terhadap pemerintah gampong yang kini mulai menipis.

Penulis: Eko
Editor: Chaidir Toweren
Sumber: Warga Sukajadi Kebun Ireng & Inspektorat Kota Langsa