Berita TerkiniPerusahaan

Jelang Pemilihan Ketua Umum SPBUN PTPN I Regional VI, Ini Harapan Karyawan

223
×

Jelang Pemilihan Ketua Umum SPBUN PTPN I Regional VI, Ini Harapan Karyawan

Sebarkan artikel ini

LANGSA | 1kabar.com – Seiring berkembangnya dinamika menjelang berakhirnya masa jabatan Ketua Umum Serikat Pekerja Perkebunan (SPBUN), karyawan PTPN I Regional VI mengingatkan organisasi serikat pekerja harus menjadi ruang demokrasi yang sehat serta memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh kader potensial tanpa adanya pengkondisian atau pembatasan aspirasi.

Salah seorang Ketua Unit SPBUN PTPN I Regional VI yang enggan disebutkan nama saat ditemui awak media di Langsa, Rabu (25/02/2026) menyampaikan harapannya agar proses regenerasi kepemimpinan dalam organisasi Serikat Pekerja Perkebunan (SP BUN) dapat dijadikan momentum penting untuk memperkuat marwah, soliditas, dan relevansi organisasi ke depan.

Baca juga Artikel ini  Pangdam I/BB Tinjau Alat Insinerator, Produksi Paving Block dan Genteng di Bengrah I Medan

“Regenerasi bukan semata pergantian figur, melainkan upaya memastikan organisasi dipimpin oleh kader terbaik yang lahir melalui mekanisme yang sah, terbuka dan sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART),” ujarnya.

Menurutnya, walaupun saat ini timbul nama-nama kader internal yang diusulkan untuk menjadi calon Ketua Umum SPBUN diantaranya Abdul Khalid, M. Yacob AR, Taufik, M. Febriansyah, Agung Ibrahim dan Armiadi, namun tidak menutup kemungkinan adanya calon lain untuk berkompetisi dalam pencalonan tersebut

Baca juga Artikel ini  FKUB dan Majelis-Majelis Agama Dukung Surat Edaran Wali Kota Medan, Tegaskan Bukan Larangan Melainkan Penataan

“Penyebutan nama-nama tersebut tidak dimaksudkan untuk mengunggulkan atau mengesampingkan pihak mana pun, melainkan sebagai gambaran bahwa organisasi memiliki banyak sumber daya manusia unggul yang layak diberi ruang dan kesempatan yang sama dalam proses pemilihan kepemimpinan,” ulasnya.

“Kami meyakini bahwa SPBUN akan semakin kuat apabila proses regenerasi kepemimpinan dijalankan secara transparan, partisipatif, dan taat aturan. Keterbukaan dalam proses justru akan melahirkan pemimpin yang memiliki legitimasi kuat, diterima anggota, serta mampu membawa organisasi dan perusahaan ke arah yang lebih baik,” imbuhnya.

Ia menyampaikan harapannya kepada pemangku kepentingan organisasi agar dapat menjalankan mekanisme sesuai dengan AD/ART sehingga dapat menghindari praktik pengkondisian yang berpotensi melemahkan demokrasi internal. Memberi ruang dialog dan aspirasi yang setara bagi seluruh kader dan mengedepankan kepentingan organisasi dan anggota di atas kepentingan kelompok atau golongan.

Baca juga Artikel ini  Stop Akun Facebook Bodong! Warga Desak APH Turunkan Tim Siber Usut Akun “Subulussalam Natura

“Kami percaya, serikat pekerja yang dewasa adalah serikat yang kuat dalam aturan, sehat dalam perbedaan, dan besar dalam visi—serikat yang mampu melahirkan pemimpin-pemimpin perubahan demi kemajuan perusahaan dan kontribusi positif bagi daerah,” tandasnya.