Banda Aceh, |1kabar.com. 7 November 2025 — Di tengah meningkatnya dinamika lalu lintas dan tantangan keselamatan di jalan raya, Kapolda Aceh Irjen Pol Drs Marzuki Ali Basyah tampil sebagai sosok pemimpin yang tegas namun humanis Saat membuka Rapat Kerja Lalu Lintas 2025 di Amel Convention Hall, Banda Aceh, jenderal bintang dua ini menegaskan bahwa penegakan hukum tidak boleh kehilangan sentuhan kemanusiaan.
> “Penegakan hukum harus beriringan dengan edukasi dan pelayanan humanis. Itulah kunci membangun budaya tertib lalu lintas yang berkelanjutan,” ujar Kapolda dalam arahannya yang mendapat apresiasi luas dari peserta.
Hukum yang Mengedukasi, Bukan Menakuti Data menunjukkan, sepanjang Januari hingga Oktober 2025 terjadi 2.732 kecelakaan lalu lintas di Aceh dengan 560 korban meninggal dunia Meski aparat telah mengeluarkan 18.594 tilang dan 23.038 teguran, Kapolda menilai langkah represif saja tidak cukup. Diperlukan pendekatan *persuasif dan edukatif agar masyarakat benar-benar sadar pentingnya keselamatan.
“Menegakkan aturan itu penting, tetapi menyentuh hati masyarakat jauh lebih bermakna. Kita ingin masyarakat patuh karena sadar, bukan karena takut,” tegasnya.
Pemimpin yang Menjadi Teladan Dalam arahannya, Kapolda Marzuki juga menekankan pentingnya pengawasan internal keteladanan pimpinan, dan sinergi lintas-instansi untuk memperkuat sistem penanganan lalu lintas yang presisi, transparan, dan adaptif melalui dukungan teknologi digital.
Langkah ini sejalan dengan visi besar “Polda Aceh Meutuah, Menuju Aceh Meusyeuhu” sebuah cita-cita menghadirkan institusi kepolisian yang *bermartabat, profesional, dan melayani masyarakat dengan hati.
Apresiasi bagi Polisi Pelayan Masyarakat
Dalam kesempatan yang sama, Kapolda menyerahkan penghargaan kepada satuan lalu lintas berprestasi yang berhasil meningkatkan kinerja PNBP dan menghadirkan inovasi pelayanan publik. Penghargaan itu menjadi bentuk nyata dukungan pimpinan terhadap anggota yang bekerja penuh dedikasi dan kreatifitas di lapangan.
Tegas, Empati, dan Menginspirasi Sosok Irjen Marzuki Ali Basyah kini dikenal luas bukan hanya karena ketegasannya menegakkan hukum, tetapi juga karena ketulusannya membangun kedekatan dengan masyarakat.Gaya kepemimpinannya menghadirkan wajah kepolisian yang bersahabat dan berempati.
> “Hukum yang hidup adalah hukum yang membuat masyarakat merasa aman sekaligus dihargai,” tutup Kapolda dengan senyum khasnya.
Polda Aceh Humanis, Menuju Aceh Meusyeuhu.Ketegasan berpadu dengan kehangatan demi Aceh yang lebih tertib, aman, dan beradab.
[Syahbudin Padank] FRN Fast Respon Nusantara





