Berita TerkiniDaerahNasionalPeristiwa

Kuasa Hukum Sangat Menyesalkan Vonis 3 Tahun Yang Dijatuhkan Terhadap Klaennya Cien Siong

47
×

Kuasa Hukum Sangat Menyesalkan Vonis 3 Tahun Yang Dijatuhkan Terhadap Klaennya Cien Siong

Sebarkan artikel ini

DELI SERDANG | 1kabar.com

Kuasa Hukum Longser Sihombing dan Imanuel Sembiring sangat menyesalkan vonis yang di jatuhkan terhadap klaennya Cien Siong (43) di mana Hakim tidak melihat secara luas, ketidak Objektivitas sampai saat ini keberadaan UD. Bintang Berlian milik terdakwa masih sah, karena ada Akte Pendirian Notaris Tahun 2019.

Majelis Hakim yang di Ketuai oleh Simon Sitorus menyatakan bahwa UD. Bintang Berlian adalah di visi PT. KASP padahal mereka berbadan hukum yang berbeda. Dan bukti RUPS dan SK Pengangkatan Karyawan Cien Siong dalam fakta Persidangan. Hakim Simon Sitorus mempertanyakan keabsahannya berserta bukti-bukti pendukung yang menyatakan seorang adalah Karyawan PT. KASP seperti Kontrak Kerja, Jamsostek, dan lain-lain semua ini tidak di buktikan dalam Persidangan, Senin (13/05/2024).

Namun dalam pertimbangan Hakim hari ini, Senin (13/05/2024) semua seolah meniru dari dakwaan dan fakta Jaksa Penuntut Umum (JPU) tanpa mempertimbangkan Akte UD. Bintang Berlian atau pun tidak mempertimbangkan keabsahan dari SK Pengangkatan dan RUPS tersebut.

Dalam Persidangan bisa di buktikan bahwa pembeli Besi untuk perakitan trailer tersebut adalah terdakwa dan tidak pernah ada aliran dana dari PT. KASP. Semua murni dari pinjaman pribadi rekening Tjipto Amat. Dan pertimbangan Gaji yang di bacakan oleh Hakim, dalam Persidangan tidak ada pembuktian bahwa itu Gaji dari aliran dana PT. KASP. Namun tidak tau kenapa Hakim seolah berbalikkan dari fakta-fakta selama di Persidangan.

Baca juga Artikel ini  Galian C Diduga Ilegal Marak di Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deli Serdang, APH Tutup Mata.!!!.

Kuasa Hukum sangat menyesalkan vonis 3 Tahun yang di jatuhkan terhadap klaennya Cien Siong (43) di mana Hakim tidak melihat secara luas.

“Di Persidangan tidak di jelaskan bahwa kepemilikan sah UD.Bintang Berlian tidak secara Objektif di uraikan, dan malah Majelis Hakim yang di Ketuai Simon Sitorus menyatakan bahwa UD. Bintang Berlian itu adalah seolah-olah satu badan hukum antara PT. KASP pihak pengadu dengan UD. Bintang Berlian. Padahal murni itu miliknya terdakwa (Cien Siong) jadi sangat kami sesalkan itu,” jelasnya.

Terdakwa merupakan Karyawan dari PT. KASP, Majelis Hakim sama sekali tidak mempertimbangkan poin-poin pembelaan kami yang menyatakan bahwa terdakwa bukan sama sekali Karyawan dari PT. KASP karena terdakwa ini punya usaha sendiri namanya UD. Bintang Berlian.

Kemudian tidak di pertimbangkan oleh Majelis Hakim, yang sangat di sayangkan, kalau pun memang terdakwa ini Karyawan PT. KASP kenapa hak-hak ketenaga kerjaan yang lainnya tidak ada seperti BPJS ketenaga kerjaan, itu juga yang tidak di pertimbangkan Majelis Hakim tadi di Persidangan jadi Majelis hakim tidak melihat perkara ini secara umum dan luas.

Baca juga Artikel ini  Peningkatan Kemampuan Sat Kamling di Wilkum Polres Langkat

“Kami sesalkan bahwa klien kami di tuduh mencuri Besi dan Klaen kami menjual Besi kepada seseorang tetapi kenapa orang itu tidak ikut di libatkan,” ujar Kuasa Hukum Cien Siong, Senin, 13 Mei 2024.

Kronologis awal perkara :

Pengaduan tanggal 7 Agustus 2023 di Polres Pelabuhan Belawan, dari mana kita tau dari undangan untuk klarifikasi, tanggal 7 Agustus 2023 juga terbit surat perintah penyidikan tanpa ada di posisi Kapolres itu pelanggaran kepada Perkap Nomor : 6 Tahun 2019.

Kemudian tanggal 18 Agustus 2023 sudah penyelidikan, dari tanggal 7 Agustus ke tanggal 18 Agustus 2023 sudah penyidikan, ada apa ini, mungkin penyidikan tercepat, tampak kita lihat berkasnya dari pemkos delipi penyidikan, kemudian karena di tahan di tangkap tanggal 31 Agustus 2023 kita Praperadilkan tanggal 14 September 2023.

Tanggal 16 Oktober 2023 Pengadilan Negeri Lubuk Pakam Prapid yang di tangani oleh Hakim tunggal, Hendrawan Nainggolan dengan Putusan Prapid bahwa penetapan tersangka seluruh penetapan yang berkaitan dengan tersangka yaitu SPDP kemudian SP sidik dan surat keputusan setelah penetapan di anggap tidak sah, ternyata tanggal 19 Oktober 2023 dua hari setelah bebas dari Prapid. Awalnya penyidik Polres Pelabuhan Belawan memanggil terdakwa ini dengan penambahan 2 Pasal dari 374, 378 di tambahkan 2 Pasal yaitu 372 dan 64 KUHPidana ini menunjukkan dari awal tidak ada konseling, atau naiknya status dari penyelidikan ke penyidikan mungkin yang di duga tidak memenuhi persyaratan.

Baca juga Artikel ini  Tingkatkan Pengawasan dan Integrasi Pengaduan, Tim Itjen Kumham Gelar FGD Pengelolaan SIPIDU di Rutan Kelas I Medan Kanwil Kemenkumham Sumut

“Tanggal 17 Februari 2024 terdakwa di tangkap di Medan kita lihat dari hasil penangkapan di tetapkan penetapan tersangka pada tanggal 16 Februari 2024, di dalam penangkapan itu merujuk ke SP sidik yang lama dan SP sidik baru yang sudah di nyatakan tidak sah, di nyatakan oleh Hakim Prapid, dan itu sangat melukai hukum itu sendiri, masih di gunakan surat perintah penyidikan soal SPDP yang sudah di nyatakan Prapid itu nampak di berkas perkara, tanggal 18 Februari 2024 di tahan tanggal 22 Februari langsung P21, P22 Kejaksaan Negeri di Labuhan Deli apakah seluruh perkara yang di layani seperti ini,” tegas Longser Sihombing.(Redaksi/Zulkarnain.Lubis)

Reporter : (Zulkarnain.Lubis)

Editor : (Chaidir Toweren)

Ketuk Play Untuk Melihat Tayangan DMTV Malang