BELAWAN | 1kabar.com
Maraknya praktik perjudian dan prostitusi di kawasan Jalan Veteran, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan, akhirnya memicu aksi tegas dari Asli Anak Belawan (AAB) bersama warga masyarakat, pada Senin malam (22/07/2025), sekitar pukul 18.30 WIB, mereka menggerebek sebuah ruko bertingkat yang diduga kuat menjadi sarang maksiat.
Penggerebekan dipimpin langsung oleh Ketua Asli Anak Belawan (AAB), Al-Ustadz H. Muhammad Nabawi, bersama Anggota dan sejumlah warga masyarakat. Ruko tersebut diketahui digunakan sebagai tempat perjudian mesin tembak ikan dan dingdong dilantai bawah, serta lokasi prostitusi dilantai atas.
Menurut warga masyarakat, aktivitas maksiat dilokasi itu sudah berlangsung lama. Selain permainan judi, tempat tersebut juga kerap menjadi tempat transaksi Narkoba dan sering menimbulkan keributan hingga dini hari.
“Setiap malam sampai jam dua pagi, ribut terus. Ada yang bertengkar, ada juga yang jualan sabu terang-terangan. Kami sudah tak nyaman tinggal di sini,” ucap salah seorang warga masyarakat yang ikut dalam aksi.
Saat penggerebekan berlangsung, sempat terjadi perlawanan dari seorang perempuan berjilbab hitam yang mencoba mempertahankan mesin judi. Bahkan, sempat terjadi adu mulut antara wartawan dan pengelola lokasi yang berusaha menghalangi proses peliputan.
Dengan bantuan warga masyarakat, sejumlah mesin judi berhasil diamankan menggunakan mobil pikap. Saat itu, terlihat beberapa perempuan muda keluar berhamburan dari lantai atas. Mereka yang diduga adalah pekerja seks komersial yang biasa beroperasi ditempat tersebut.
Namun disayangkan, tak satu pun petugas kepolisian terlihat dilokasi saat penggerebekan berlangsung, meskipun pihak Asli Anak Belawan (AAB) sudah memanggil mereka untuk hadir.
“Kami melakukan ini karena warga masyarakat sudah sangat resah. Lingkungan kami rusak oleh perjudian, prostitusi, dan narkoba. Ini bukan hanya soal moral, tapi soal ketenangan hidup dan ibadah,” tegas Ustadz Muhammad Nabawi.
Asli Anak Belawan (AAB) memastikan barang bukti berupa mesin judi akan dilaporkan dan diproses sesuai hukum yang berlaku. Mereka juga meminta pihak kepolisian bertindak cepat dan tidak membiarkan praktik-praktik maksiat terus tumbuh di jantung Kota Belawan.(1kabar.com/Belawan)





