Deli Serdang | 1kabar.com
Kader Partai Gerindra, Effendi Manullang mempertanyakan sikap Fraksinya yang tidak membacakan pendapat akhir Fraksi pada Rapat Paripurna Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Kabupaten Deli Serdang Tahun 2025, Jumat di Gedung Kantor DPRD Kabupaten Deli Serdang. Sebagai Fraksi dengan jumlah Anggota terbesar dan Ketua Dewan dari Fraksi Partai Gerindra, ia menyebutkan hal ini telah mencoreng nama Partai Gerindra, Jumat (22/08/2025).
Ia juga mempersoalkan kenapa ditengah Rapat Paripurna yang telah terjadwal, Ketua DPRD Kabupaten Deli Serdang dari (Fraksi Partai Gerindra), Zakky Shahri, SH justru melakukan perjalanan kunjungan kerja dengan membawa unsur Pimpinan dan Anggota ke Bali.
“Saya sedih bercampur malu. Kenapa Ketua DPRD Kabupaten Deli Serdang dari (Fraksi Partai Gerindra), Zakky Shahri, SH tidak memiliki pemahaman bahwa Bupati dan Wakil Bupati Deli Serdang adalah pasangan yang diusung Partai Gerindra sehingga harus berada digarda terdepan untuk mendukung jalannya roda Pemerintahan dan Pembangunan di Kabupaten Deli Serdang. Bukannya malah terkesan menghalang-halangi seperti ini,” kata Effendi Manullang saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (22/08/2025).
Ia melihat ada kesan kuat Ketua DPRD Kabupaten Deli Serdang ini belum bisa melepaskan sentimen pribadi kepada Bupati Deli Serdang, dr. H. Asri Ludin Tambunan.
“Pesan saya kepada Pak Zakky Shahri, ikuti cara berpolitik Pak Prabowo Subianto. Baginya satu musuh terlalu banyak, seribu kawan terlalu sedikit. Maknanya adalah jangan dendam dan jangan pelihara perseteruan. Contohlah yang dilakukan Pak Prabowo Subianto saat ini, beliau terus membangun komunikasi dan kebersamaan dengan semua Tokoh,” tegas Effendi.
Ia menyebutkan jika ada Fraksi lain yang tidak membacakan pendapat akhir Fraksinya tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Tahun Anggaran (TA) 2025 itu hal yang dapat dimaklumi karena Partai tersebut memang bukan pengusung Bupati Deli Serdang, dr. H. Asri Ludin Tambunan dan Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo, SS. Tetapi jika Partai Gerindra ikut-ikutan tidak membacakan pendapat akhir Fraksi masa itu hal yang lucu dan memalukan.
Sikap Zakky Shahri yang bertahan tidak melakukan Rapat Pimpinan untuk mengawali Pembahasan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) disebutkan telah berubah setelah ada pengarahan langsung dari Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra, Sufmi Dasco. Meski tak berani menentang namun ia dinilai masih berupaya bermanuver memperlambat Pengesahan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) dengan melakukan kunjungan kerja ke Bali.
Namun manuvernya gagal karena ada satu Pimpinan Dewan yang tidak bersedia ikut kunjungan kerja sehingga Rapat Paripurna masih bisa berjalan.
“Saya sebagai Kader Partai Gerindra dan pengagum Pak Prabowo Subianto meminta para petinggi Partai baik di Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) maupun Dewan Pimpinan Pusat (DPP) agar mengambil tindakan kepada Zakky Shahri yang jelas-jelas menurut pengamatan saya sudah tidak sejalan dengan Asta Cita Pak Prabowo Subianto,” tegasnya.
Pada Rapat Paripurna dengan agenda mendengarkan pandangan akhir Fraksi-Fraksi terkait Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Tahun Anggaran (TA) 2025, pada Jumat (22/08/2025) terdapat 2 Fraksi yang tidak membacakan pendapatnya yakni Partai Gerindra dan Partai NasDem.
Hanya 6 Fraksi yang menyampaikan pandangan secara langsung dan menyatakan menyetujui Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Tahun Anggaran (TA) 2025 dalam Rapat Paripurna dipimpin Wakil Ketua DPRD Kabupaten Deli Serdang dari (Fraksi PDI-Perjuangan), Agustiawan Saragih, dan dihadiri Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo. 6 Fraksi seperti PDI-Perjuangan, Partai Golkar, PKS, Fraksi Gabungan PPBI dan Pantura menyampaikan pandangan akhir secara bergantian.(1kabar.com)





