BeritaBerita TerkiniDaerahNasionalPemerintah

Pemkab Deli Serdang dan Pemko Medan Sepakat Bentuk Tim Lapangan Atasi Masalah Banjir di Wilayah Perbatasan

117
×

Pemkab Deli Serdang dan Pemko Medan Sepakat Bentuk Tim Lapangan Atasi Masalah Banjir di Wilayah Perbatasan

Sebarkan artikel ini

Deli Serdang | 1kabar.com

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dan Pemerintah Kota (Pemko) Medan akan membentuk tim lapangan untuk mencari solusi mengatasi masalah banjir di kedua daerah, khususnya di depan Pintu Tol Bandar Selamat, Jalan Letda Sujono dan Deli Tua, serta wilayah lain yang menjadi irisan antara Deli Serdang dan Kota Medan.

Kesepakatan ini terjalin pada pertemuan antara Bupati Deli Serdang, dr. H. Asri Ludin Tambunan dan Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo, SS dengan Wakil Ketua DPRD Kota Medan, H. Zulkarnaen, SKM dan perwakilan Pemerintah Kota (Pemko) Medan di Aula Cendana, Lantai II, Kantor Bupati Deli Serdang, Jumat (07/11/2025).

“Menurut saya memang setelah kesepakatan semalam (Kamis), saya dengan Walikota Medan juga dihadapan Bapak Gubernur tentang Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kabupaten Deli Serdang dengan Kota Medan. Memang pertemuan ini seperti gayung bersambut untuk memulai sesuatu secara realita di lapangan,” ucap Bupati.

Disampaikan, wilayah Kabupaten Deli Serdang dan Kota Medan yang beririsan adalah Kecamatan Deli Tua. Setidaknya, ada tiga Desa di Kecamatan Deli Tua yang merupakan wilayah Kabupaten Deli Serdang, kerap dilanda banjir. Salah satunya, Desa Mekar Sari.

Baca juga Artikel ini  Dandim 0106/ Aceh Tengah Serakan Kunci Rumah Hasil Pembangunan RTLH Program TMMD Ke 126 Kepada Ibu Kasmawati

“Kalau hujan karena dia (Desa Mekar Sari) dalam satu cekungan. Untuk airnya enggak akan mengalir karena diujung mentok. Itu ada di wilayah Kota Medan, yaitu Pabrik Garmen. Jadi, pipa pembuangannya itu di Pabrik Garmen,” jelas Bupati.

Untuk masalah banjir di Desa Mekar Sari inilah nantinya yang mesti dilakukan kerja sama dalam penanganannya.

Daerah antara Kabupaten Deli Serdang dan Kota Medan yang juga beririsan lainnya adalah Komplek di Perumahan Riviera, Kecamatan Tanjung Morawa. Meski pun penanganannya lebih leluasa dilakukan Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS), namun ada baiknya juga dilakukan penanganan bersama antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dan Pemerintah Kota (Pemko) Medan, agar lebih komprehensif.

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Deli Serdang, Janso Sipahutar, ST., MT mengusulkan, solusi yang paling mungkin dilakukan antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dan Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk banjir di depan Pintu Tol Bandar Selamat adalah membangun kolam retensi dan pemasangan pompa air menuju Sungai Percut.

Baca juga Artikel ini  Kapolri dan Ketua Komisi IV DPR Tinjau SPPG YKB Polres Karanganyar, Dukung Penuh Program MBG  

“ini adalah langkah paling realistis untuk menuntaskan persoalan banjir di kawasan itu,” kata Kadis SDABMBK.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Zulkarnaen menjelaskan, persoalan banjir di Pintu Tol Bandar Selamat telah terjadi selama puluhan tahun dan menimbulkan dampak signifikan bagi masyarakat di kedua wilayah.

“Permasalahan ini muncul karena kondisi drainase yang tidak berfungsi optimal, adanya penyumbatan aliran air, serta saluran pembuangan yang tidak langsung mengarah ke Sungai Percut,” jelasnya.

Politisi Partai Gerindra ini menambahkan, masyarakat sekitar kerap dilanda kecemasan setiap kali hujan turun karena takut banjir kembali melanda.

Oleh sebab itu, pihaknya meminta dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang agar bersama Pemerintah Kota (Pemko) Medan bisa mencari solusi permanen.

Selain banjir, Zulkarnaen juga menjelaskan, persoalan kemacetan dan kriminalitas disekitar Gerbang Tol Bandar Selamat.

“Alhamdulillah, masalah kriminalitas sudah mulai tertangani melalui pembukaan median jalan baru hasil kerja sama dengan Dinas Perhubungan Kota Medan, Sat Lantas, Jasa Marga, dan Balai Besar Jalan Nasional,” tambahnya.

Kepala Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Kontruksi (SDABMBK) Kota Medan, Gibson Panjaitan, ST., MM menjelaskan, banjir yang terjadi disebabkan penyempitan saluran drainase dari kawasan Citraland menuju Jalan Ismail Harun.

Baca juga Artikel ini  Misteri Hilangnya Patung Kadal di Tugu Boras Pati Jadi Perbincangan Hangat Warga

“Di titik awal, lebar saluran mencapai 3 meter. Namun diujung, tepatnya di Jalan Ismail Harun, menyempit menjadi hanya 1,5 meter. Kondisi ini membuat aliran air tidak lancar dan menimbulkan genangan di Pintu Tol,” rincinya.

Gibson Panjaitan menambahkan, terdapat rencana pembangunan saluran baru sepanjang 730 meter menuju Sungai Percut, serta normalisasi drainase disekitar Jalan Ismail Harun.

Pihak pengembang Citraland juga disebut siap menyediakan lahan sementara untuk pembangunan kolam retensi, sembari menunggu pelaksanaan pekerjaan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Medan.

Hadir pula pada pertemuan itu, Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Drs. Zainal Abidin Hutagalung dan Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Camat yang wilayahnya berbatasan langsung dengan Kota Medan.

Hadir bersama Wakil DPRD Kabupaten Deli Serdang, Dinas PKPCKTR Kota Medan, John Ester Lase, ST., M.Si; Camat Medan Tembung, M. Pandapotan Ritonga, SSTP; Lurah Bandar Selamat, Tongku Panasunan Siregar, SH; Lurah Tembung, Andri Syahrizal, SE dan lainnya.(1kabar.com/Zulkarnain Lubis)