Foto : Syafruddin bersama wartawan Tvone saat meliput PON Aceh beberapa waktu lalu
Langsa | 1kabar.com
Presiden Republik Indonesia Ke-8 Prabowo Subianto di hadapan Wartawan menegaskan, pemilihan kepala daerah di seluruh Indohesia yang dilakukan secara serentak tahun 2024. Agar para petahana, jangan menjadikan program bantuan pemerintah pusat untuk di jadikan sebagai bahan kampanye yang dapat membohongi rakyat.
Dimana Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa bantuan seperti bedah rumah bukan program pemerintah daerah atau Aspirasi anggota DPR RI. Program tersebut adalah murni program bantuan pemerintah pusat yang disalurkan atau di kelola oleh Kementerian PUPR begitu juga bantuan masyarakat miskin PKH semua adalah program Pemerintah Pusat, ungkap Syafruddin saat selesai rapat tim pemantau Pilkada di kediaman ketua Lembaga Pemantau Pilkada Suara Rakyat (LPP Surak) kota Langsa, Selasa (12/11/2024).
Untuk itu kita menghimbau kepada masyarakat jika ada oknum tertentu menjadikan bahan kampanye seperti program bedah rumah dan PKH di musim Pilkada sebagai Aspirasinya atau ada juga yang mengatakan itu programnya atau partainya, itu sama sekali tidak benar, Presiden Prabowo sangat tegas mengatakan bahwa itu adalah program pemerintah pusat, tegas Syafruddin yang juga Humas Persatuan Wartawan kota Langsa (perwal).
Dalam pemilihan kepala daerah ini, masyarakat harus jeli dalam menerima informasi apalagi di zaman digital ini semua dapat di browsing di media sosial, jadi informasi apapun yang ingin kita ketahui dapat kita lihat kebenarannya di media sosial, kata Syafruddin yang dikenal dengan panggilan Wan Atjeh tersebut.
“ Belum apa-apa sudah bohongin rakyat, oleh karena itu rakyat harus memilih pemimpin jangan asal pilih apalagi kita memilih dikarenakan wanipiro tapi programnya pada ngambang dan belum tahu kejelasannya atau ujung pangkalnya, Ujarnya.
Pilihlah pemimpin sesuai dengan hati Nurani dan benar-benar memberikan program kesejahteraan rakyat yang tidak cet langet, tetapi calon pemimpin yang memberikan harapan jelas, logika dan tidak membuat sesuatu yang jauh dari daya pikir masyarakat sendiri, apalagi calon pemimpin yang berani mengklaim sesuatu kalau bukan mereka tidak akan bisa, percayalah calon pemimpin tipikal tersebut sama dengan calon pemimpin pembohong, dan tidak layak untuk dipilih, pungkas Wan Atjeh. (Ct075)





