MEDAN | 1kabar.com
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas berharap kepengurusan baru Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mampu membawa energi baru bagi penguatan sektor Pariwisata dan Kuliner di Kota Medan maupun Provinsi Sumut.
Harapan itu disampaikannya usai menghadiri kegiatan Pengukuhan Pengurus Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badan Pengurus Daerah (BPD) Sumatera Utara (Sumut) di Hotel Santika, pada Sabtu (14/02/2026). Menurut Rico Waas, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) memiliki posisi strategis karena sebagian besar Hotel dan Restoran di Provinsi Sumatera Utara ini berada di Kota Medan. Karena itu, ia berharap organisasi tersebut dapat mendorong peningkatan kualitas pelayanan sekaligus promosi pariwisata secara lebih agresif.
Ia menekankan kualitas layanan menjadi faktor utama dalam menarik Wisatawan dan Investor. Selain sektor perhotelan, Rico Waas menilai potensi kuliner di Kota Medan sangat kuat untuk dikembangkan sebagai daya tarik Wisata.
Sementara itu, kepengurusan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badan Pengurus Daerah (BPD) Sumatera Utara (Sumut) Periode 2026–2031 yang diketuai Melky Maydiroy Waas dikukuhkan langsung oleh Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Hariyadi B.S. Sukamdani. Melky terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke-XIII Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badan Pengurus Daerah (BPD) Sumatera Utara (Sumut) Tahun 2026 yang secara resmi ditutup oleh Wali Kota Medan.
“Harapan kami bagaimana pelayanan dan promosi pariwisata bisa semakin berkembang melalui Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) yang baru. Tantangannya tidak sederhana karena kita bersaing dengan kota lain bahkan negara lain,” ujar Rico Waas.
Rico Waas menegaskan Pemerintah Kota (Pemko) Medan siap bekerja sama dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dalam mengakomodasi kebutuhan pelaku usaha, termasuk menyelesaikan persoalan teknis maupun pelayanan di lapangan. Koordinasi yang baik, katanya, penting agar standar layanan terus meningkat.
Ia menambahkan posisi di Kota Medan sebagai gerbang barat Indonesia menuntut kualitas layanan berkelas, terutama karena kota ini menjadi pintu masuk wisatawan mancanegara. Oleh sebab itu, hotel dan restoran harus mampu bersaing dengan destinasi lain.(***)





