BeritaBerita TerkiniDaerahNasionalPolri

Sat Reskrim Berhasil Mengungkap Pelaku Yang Membuang Bayi di Perkebunan Teh, Ternyata Sepasang Kekasih di Sidamanik

64
×

Sat Reskrim Berhasil Mengungkap Pelaku Yang Membuang Bayi di Perkebunan Teh, Ternyata Sepasang Kekasih di Sidamanik

Sebarkan artikel ini

Simalungun | 1kabar.com

Unit I Operasional Jatanras Polres Simalungun bersama Personil Polsek Sidamanik berhasil menangkap sepasang kekasih yang diduga membuang Bayi baru lahir di semak-semak Perkebunan Teh di Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara. Kedua tersangka, yang berusia 18 tahun, VAR (laki-laki) dan AS (perempuan), kini ditahan di Polres Simalungun.

Penangkapan ini bermula dari informasi masyarakat yang mencurigai AS, seorang Remaja yang terlihat Hamil. “Setelah penemuan Bayi kemarin, kami mendapatkan informasi dari warga yang mencurigai seorang Remaja yang pernah kelihatan Hamil, itu lah si AS,” ujar Kasat Reskrim Polres Simalungun, AKP. Ghulam Yanuar Luthfi, Kamis (23/05/2024).

Baca juga Artikel ini  Polresta Manado Gelar Upacara Peringati Hari Kebangkitan Nasional

Polisi mendatangi kediaman AS pada Rabu (22/05/2024), dan AS mengaku telah melahirkan Bayi Perempuan secara normal pada Senin (13/05/2024) pagi. Bayi tersebut adalah hasil hubungannya dengan VAR, yang masih duduk di Kelas 3 SMA. Setelah melahirkan, AS meminta VAR untuk membawa Bayi tersebut ke Panti Asuhan. Namun, VAR membawa Bayi itu dalam Jok Sepeda Motornya ke Perkebunan Teh dan meninggalkannya di sana. VAR kemudian kembali ke rumah AS untuk menanam Tali ari-ari Bayi tersebut di belakang rumahnya, sebelum akhirnya ditangkap oleh Petugas.

Baca juga Artikel ini  TNI dan Polri Laksanakan Pengamanan Bersama Untuk Kelancaran Percepatan Pembangunan PSN Bendungan Lau Simeme Kecamatan Biru-Biru

Bayi Perempuan tersebut ditemukan oleh warga di Perkebunan Ingrup Blok 63 Afd B Tobasari Nagori Saitbuntu Saribu, Kecamatan Pamatang Sidamanik. “Bayi berjenis kelamin Perempuan dan diperkirakan berusia hanya Tiga Jam,” kata Kapolsek Sidamanik, AKP. S Tampubolon, Selasa (14/05/2024).

Setelah ditemukan oleh warga yang mendengar tangisannya, Bayi yang banyak mengeluarkan darah akibat luka dari kayu rerumputan tajam, dibawa ke Bidan setempat. Kemudian, Bayi tersebut dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Parapat menggunakan Mobil Polisi karena Ambulans Puskesmas tidak tersedia. Namun, sekitar pukul 19.30 WIB, Bayi tersebut meninggal dunia.

Baca juga Artikel ini  Pj Bupati Irup Peringatan Ke 116 Harkitnas Kabupaten Deli Serdang

Sepasang kekasih tersebut kini ditahan dan dikenai Pasal 340 Sub Pasal 338 lebih Sub Pasal 351 Ayat (3) Jo Pasal 343 Jo Pasal 80 ayat (3) dari UU RI Nomor : 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor : 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.(Redaksi/Zulkarnain.Lubis)

 

 

Ketuk Play Untuk Melihat Tayangan DMTV Malang