TabananĀ | 1Kabar.Com
Festival Jatiluwih VI 2025 menyisakan PR yang harus segera di benahi yakni lahan parkir. Festival Jatiluwih yang diadakan setiap tahun ini memang menjadi daya tarik wisatawan manca negara maupun lokal.
Membludaknya wisatawan yang ingin melihat pertunjukkan budaya dan menikmati kuliner khas desa Jatiluwih pada festival Jatiluwih tahun ini, membuat akses jalan di sepanjang DTW Jatiluwih sedikit mengalami kemacetan terlebih lahan parkir yang disediakan oleh panitia jauh dari lokasi acara.
Permasalan parkir ini, sempat disentil oleh Bupati Tabanan, Komang Gede Sanjaya, saat membuka Festival Jatiluwih VI, pada Sabtu (19/7/2025). Dalam sambutannya tersebut, Bupati Tabanan sempat mengemukakan rencananya untuk membuat parkir di area DTW Jatiluwih.
Ketua Panitia sekaligus pengelola DTW Jatiluwih Jhon K Purna mengaku telah mempersiapkan parkir dengan mengambil Jaba pura Petali yang jaraknya kurang lebih 1 kilometer menuju area DTW Jatiluwih.
“Sebenarnya parkir sudah kita galakkan, saat ini parkir cuman ada di depan pura Petali saja tapi memang jaraknya dari sini ke parkiran itu hamqpir 1 kilo, ” ungkapnya, minggu (20/7/2025)
Dengan jauhnya jarak parkir Itu, tamu yang datang pun tidak bisa berlama-lama untuk menikmati kegiatan festival. Tak hanya pada saat acara festival, Sehari-hari pun area DTW Jatiluwih kadang mengalami kemacetan akibat parkir kendaraan wisatawan yang berkunjung.
Sebab terkadang mereka enggan menggunakan lahan parkir yg telah disediakan di area pura Petali karena jarak yang lumayan jauh. selain itu waktu tour ke Jatiluwih yang cukup singkat juga membuat para sopir tour memarkir kendaraannya di pinggir badan jalan.
Namun, disisi lain, Jhon mengaku lebih berharap Pemkab setempat menyiapkan Shuttle untuk menuju lokasi (Jatiluwih) dengan pertimbangan selain efisien juga tidak membutuhkan waktu lama pelaksanaanya
“Mudah-mudahan parkir ini cepat terealisasi sebenarnya perlu saya tambahkan di Petali sudah ada parkir sebenarnya, tapi yang kita perlukan itu adalah mobil shuttle. Kita tinggal beli mobil Shuttle 2-3 unit. Kita pakai itu untuk drop menuju ke obyek vital. Saya akan memilih mobil karena itu jauh lebih efisien dan jauh lebih cepat terlaksana, “imbuh Jhon.
Ia mengayakan, jika memang perlu membuat parkir di area Jatiluwih, Ia pun akan berusaha berbicara dengan penduduk setempat yang kemungkinan bersedia lahannya dijadikan parkir. Sebelumnya pada tahun lalu, Ia mengaku sudah pernah bekerjasama terkait lahan parkir dengan penduduk yang berlokasi di dekat center point namun lahan itu masih belum cukup untuk menampung, karena lonjakan penumpang khususnya di high season dari Juli – september meningkat hampir 100 %.
Dari data yang dimiliki, Ia mengaku perhari rata rata kendaraan yang masuk ke DTW Jatiluwih sekita 300-500 unit dengan kunjungan 1.500/hari(van)





