BeritaBerita TerkiniDaerahNasionalPeristiwaPolri

Ngaku Bukan Maling Tapi Ketagihan, Aksi Nekat Spesialis Pencuri Uang Didalam Kotak Amal/Infaq di Masjid di Jalan Berkat II Ditangkap Polsek Medan Timur

118
×

Ngaku Bukan Maling Tapi Ketagihan, Aksi Nekat Spesialis Pencuri Uang Didalam Kotak Amal/Infaq di Masjid di Jalan Berkat II Ditangkap Polsek Medan Timur

Sebarkan artikel ini

MEDAN | 1kabar.com

Seorang pelaku spesialis pencurian uang didalam kotak amal/infaq di Masjid, ditangkap Polsek Medan Timur. Pelaku diringkus petugas beberapa hari usai berhasil menggasak sejumlah uang infaq jamaah.

Adapun identitas pelaku yakni Erwinsyah (49), Warga Jalan Pembangunan III, Kelurahan Glugur Darat II, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan.

Pelaku ditangkap usai mencuri uang dari kotak amal/infaq di Masjid Al-Barkah, di Jalan Berkat II, Kelurahan Glugur Darat I, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan.

Kanit Reskrim Polsek Medan Timur, Iptu. Khairul Fajri Lubis mengatakan pelaku beraksi seorang diri dan mendatangi Masjid tersebut mengendarai sepeda motor.

Sebelum beraksi, pelaku berpura-pura melaksanakan Sholat. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (19/10/2025) sekira pukul 11.00 WIB dan aksi pelaku terekam CCTV.

“Modusnya tersangka datang ke Masjid, lalu masuk berpura-pura mau Sholat. Nah, dia (tersangka) datang sebelum Adzan Zuhur, sempat Sholat Sunah. Usai Sholat, tersangka yang melihat situasi sepi karena jamaah belum datang, di situlah tersangka membobol kotak amal,” kata Iptu. Khairul Fajri Lubis, pada Selasa (28/10/2025).

Baca juga Artikel ini  Arief Martha Rahadyan Dukung Penuh Pengembangan Bali Maritime Tourism Hub sebagai Proyek Strategis Nasional

Iptu. Khairul Fajri Lubis menyebut aksi pelaku terekam CCTV dan pihak Badan Kenaziran Masjid (BKM) Al-Barkah selanjutnya membuat laporan ke Polsek Medan Timur.

Berselang empat hari kemudian, petugas yang melakukan penyelidikan dan profiling akhirnya meringkus pelaku, pada Kamis (23/10/2025) sekira pukul 15.00 WIB.

“Tersangka kita ringkus saat berada diseputaran Masjid Al-Barkah. Darinya kita amankan sejumlah barang bukti berupa dua buah linggis yang dibalut karet ban, empat buah besi yang dibalut karet ban, sebuah kotak infaq yang rusak dibagian pengait gembok, dua buah gembok dan sepeda motor Supra-X warna hitam BK 2508 CU,” jelasnya.

Baca juga Artikel ini  Pangdam I/BB Hadiri Sosialisasi DPN Tentang Penyampaian Draft Kebijakan Terpadu dan Doktrin Pertahanan Negara

Dari hasil interogasi, tersangka mengaku mengambil uang di Masjid tersebut sebanyak Rp. 150 Ribu. Begitupun, tersangka sudah berulang kali mencuri uang kotak amal dibeberapa Masjid dan Mushollah.

Pria yang mengaku bekerja sebagai penjual pembersih keramik itu mengungkapkan pernah gagal dalam melakukan pencurian.

Tersangka sebelumnya telah melakukan pencurian uang kotak amal/infaq dibeberapa lokasi, di antaranya di Masjid Al-Ridho di Jalan Bilal dan Mushollah Al-Mu’min. Namun, di Mushollah itu tersangka mengaku gagal mencuri.

“Tersangka membobol kotak amal/infaq dengan cara merusak gembok menggunakan linggis yang dibalut dengan karet ban. Hal itu dilakukan tersangka saat mencongkel gembok agar tidak bunyi dan selalu beraksi diwaktu sebelum Sholat Zuhur karena sepi,” sebutnya.

Baca juga Artikel ini  Baharkam Polri Supervisi Fungsi Samapta dan Pam Obvit di Polda Sumut, Tegaskan Peningkatan Profesionalisme Personel

“Pengakuannya cuma Rp. 150 Ribu yang diambil, tapi kita kan tidak tahu berapa isi dari kotak amal/infaq itu. Ini masih kita dalami lagi karena tersangka sudah berulang kali melakukan aksi yang sama,” sambungnya.

Sementara, tersangka Erwinsyah dengan merasa tak bersalah mengatakan bahwa dirinya bukan maling. Padahal, tersangka sudah tiga kali beraksi dan mengaku ‘keenakan’ mencuri uang dari kotak amal/infaq.

“Karena gini Pak, saya kan bukan maling. Kalau saya maling, gitu banyak yang mau dimalingi. Rasa-rasa saya kotak infaq itu enak Pak, gembok aja dia (yang dirusak) gitu. Jadi terpaksa pak,” kilah tersangka saat diinterogasi petugas.

“Nggak mau saya (mencuri) yang lain-lain pak, saya takut gitu,” ujarnya lagi.(***)