Berita TerkiniDaerahPemerintah

Pidie Jaya Menggelorakan Semangat Al-Qur’an: Seminar Internalisasi Nilai Qur’ani di MTQ Aceh XXXVII

28
×

Pidie Jaya Menggelorakan Semangat Al-Qur’an: Seminar Internalisasi Nilai Qur’ani di MTQ Aceh XXXVII

Sebarkan artikel ini

Pidie Jaya|1kabar.com

Meureudu-Kabupaten Pidie Jaya sukses mengambil peran sentral dalam rangkaian Musabaqah Tilawatil Qur’an Aceh XXXVII yang digelar di wilayahnya. Salah satu puncak kegiatan adalah terselenggaranya seminar bertema “Membangun Aceh Bermartabat: Internalisasi Nilai Al-Qur’an di Era Transportasi Digital”, yang berlangsung di Aula Cot Trieng 1, Kantor Bupati Pidie Jaya, Selasa,04/11/25.

Seminar ini menghadirkan pembicara ulung, Prof. Dr. Said Agil Husin Al Munawar, yang mengajak peserta untuk tidak hanya membaca Al-Qur’an, tapi juga memahami dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, terlebih di tengah tantangan zaman yang ditandai digitalisasi dan mobilitas tinggi.

Baca juga Artikel ini  Pembangunan Jembatan Rampung di Kerjakan

Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa seminar ini menjadi wujud komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat pondasi keagamaan masyarakat. “Melalui kegiatan ini, kami ingin memupuk semangat Qur’ani yang tak sekadar seremonial, melainkan menjadi bagian nyata dari akhlak sehari-hari,” ujar beliau.

Baca juga Artikel ini  Polsek Hinai Selidiki Asal Usul Temuan Mayat Bayi Laki-Laki di Sungai Wampu

Antusiasme pun tampak dari kalangan peserta yang terdiri atas kafilah MTQ, tokoh agama, pelajar dan umum dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Aceh. Seminar ini dipandang sebagai momentum penting untuk memperkaya wawasan keislaman dan memperkokoh persaudaraan Islamiyah di Pidie Jaya.

Baca juga Artikel ini  Peringati HUT ke-80 Korps Brimob Polri Tahun 2025, Satuan Brimob Polda Sumut Gelar Bakti Sosial Pembersihan Rumah Ibadah sebagai Wujud Kepedulian dan Toleransi

Dengan penyelenggaraan seminar ini, Pidie Jaya tampak bukan hanya sebagai tuan rumah ajang lomba, tetapi juga sebagai pusat edukasi dan internalisasi nilai Al-Qur’an. Harapannya, dampak kegiatan ini akan terus beresonansi di masyarakat, memperkuat identitas religius, memperkuat literasi Qur’ani, dan membangun Aceh yang bermartabat.