BeritaDaerah

Perumda AM Dairi: Kerusakan Area Resapan dan Kemarau Panjang Bikin Debit Air Menipis

87
×

Perumda AM Dairi: Kerusakan Area Resapan dan Kemarau Panjang Bikin Debit Air Menipis

Sebarkan artikel ini

DAIRI | 1kabar.com 

Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda AM) Lae Nciho Kabupaten Dairi mengimbau pelanggan untuk menghemat penggunaan air menyusul penurunan debit air baku hingga 50 persen pada empat intake (bangunan penangkap air baku) utama.

Direktur Perumda AM Lae Nciho, Wahlin Munthe, menyampaikan hal itu saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (18/11/2025). Menurutnya, penurunan debit terjadi akibat kemarau panjang dan kerusakan area resapan air.

“Debit air pada empat intake mengalami penurunan hingga 50 persen. Saat ditinjau, saluran air baku menuju intake hampir kering,” kata Wahlin.

Baca juga Artikel ini  Dandim 0204/Deli Serdang Pimpin Sertijab Danramil Jajaran di Aula Pandawa Sakti Makodim 0204/Deli Serdang

Empat intake tersebut memasok kebutuhan air pelanggan di Kecamatan Sidikalang dan Sitinjo, masing-masing:

  1. Intake Lae Sonsang Sidiangkat: 20 liter/detik
  2. Intake Lae Mbulan: 15-17 liter/detik
  3. Intake Lae Nuaha: 110 liter/detik
  4. Intake Lae Cimbrah: 60 liter/detik

Wahlin menambahkan, penurunan debit tidak hanya dipicu kemarau, tetapi juga penggundulan hutan yang menyebabkan berkurangnya daya resap air.

Baca juga Artikel ini  Jambore Pramuka Deli Serdang Bina Generasi Berakhlak, Berdaya Saing, dan Cinta Tanah Air

“Area tangkapan air sudah banyak rusak dan hutan digunduli. Dampaknya besar terhadap resapan air tanah. Anehnya, meski nanti hujan, debit air tidak cepat pulih,” ujarnya.

Ia menegaskan intake air baku Perumda-AM Lae Nciho tidak berada di kawasan hutan TPL atau PT Gruti, melainkan berada di tengah lahan pertanian masyarakat. Sumber air baku berasal dari hutan alam, Danau Wisata Alam Cike-cike, serta area PT Wahana Graha Makmur.

Baca juga Artikel ini  Silaturahmi Kajari dengan DPRK dan Kapolres Bireuen

Terkait isu matinya sumber air baku disebabkan aktivitas PT Toba Pulp Lestari (TPL) dan PT Gruti, Wahlin membantah hal tersebut.

“Akses area dan resapan air baku Perumda tidak berkaitan langsung dengan lahan konsesi kedua perusahaan itu,” tuturnya.

Wahlin mengimbau masyarakat untuk memahami kondisi ini dan memastikan pihaknya tetap berupaya maksimal memenuhi kebutuhan air minum pelanggan secara berkelanjutan.