Aceh Utara | 1kabar.com
Hasil pantauan langsung di Kantor Dinas Kesehatan Aceh Utara 7/8/2023 oleh ketua organisasi pers Serikat Praktisi Media Indonesia (SPMI) provinsi Aceh Chaidir Toweren bersama tim awak media, terlihat kotor alias “jorok”.
” Kantor yang seharusnya bersih apalagi dilihat dari namanya saja Kantor Dinas Kesehatan, seharusnya menjadi contoh dari kantor-kantor yang lain. Apalagi disini terdapat tempat penyimpanan obat-obatan,” ujar Chaidir yang juga merupakan ketua salah satu relawan pak Jokowi dan salah satu ketua partai nasional tingkat provinsi dengan nada kesal.
Saat akan menemui Kepala Dinas untuk mengkonfirmasi akan kondisi kantor yang terlihat kotor tersebut, Kadis tidak berada ditempat. Karena pak kadis sedang mengikuti rapat kementrian di Jakarta.

Saya mendatangi langsung ruangan Kepala Dinas Aceh Utara dan pak sekdis, tapi jawaban dari pegawai dikantor bahwa Kadis tidak berada ditempat dan akhirnya saya coba menghubungi via whatsapp pribadi beliau dan mengkonfirmasi langsung terkait beberapa pertayaan.
Dan kepala dinas kesehatan Aceh Utara menjawab,”tunggu saya balik dari jakarta, baru kita diskusi,” serta terkait bangunan dinas kesehatan, kadis kesehatan Aceh Utara Amir Syarifuddin, SKM, juga menjelaskan bahwa bangunan tersebut bantuan setalah Tsunami dan sampai saat ini belum pernah direhab dan diperbaiki.
Bagaimana mungkin sebuah instansi pemerintah tidak mengusulkan perbaikan sementara kondisi kantor baik lantai, pintu dan dinding sangat memprihatinkan bahkan bila di lihat dari dinding ruang gedung utama dan dinding ruangan gedung farmasi, terlihat kusam seperti gudang tak berpenghuni.
Dinas kesehatan banyak menyimpan stok alat kesehatan dan obat-obatan yang akan disalurkan ke Puskesmas-puskesmas, bagaimana jadinya bila obat-obatan dan alat kesehatan tersebut disimpan dan diletakan tidak sesuai standar, karena terlihat jelas tumpukan obat atau alat kesehatan yang di tumpuk begitu saja di atas lantai bangunan.
Dalam hal ini Pj Bupati Aceh Utara harus respon cepat terhadap kondisi bangunan dinas kesehatan kabupaten Aceh Utara, apalagi di belakang kantor dinas kesehatan sedang di bangunan Rumah Sakit Umum daerah Kabupaten Aceh Utara.

Sikap cuek kepala dinas kesehatan terhadap kondisi gedung bangunan dinas kesehatan tersebut perlu di pertanyakan, untuk itu kita juga berharap agar inspektorat kabupaten Aceh Utara untuk dapat turun ke dinas kesehatan Aceh Utara, guna melakukan kroscek terkait belum pernah tersentuhannya bangunan tersebut sejak di bangunan, tutup Chaidir.(ct)





