OpiniPolitik

Konflik dan Perpecahan Partai Politik

246
×

Konflik dan Perpecahan Partai Politik

Sebarkan artikel ini

1kabar.com

Di dalam masyarakat yang demokratis, perbedaan pendapat dan persaingan di antara warga masyarakat atau golongan-golongan merupakan hal yang wajar. Perbedaan pendapat dan persaingan itu sering kali mengakibatkan konflik, bahkan mengakibatkan terjadi perpecahan.

Konflik menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah : 1) Percecokan, pertentangan; 2) Ketegangan atau pertentangan antara dua kekuatan atau dua tokoh.[27]

Menurut Nazuruddin Sjamsuddin, Zukifli Hamid, dan Toto Pribadi Perpecahan dalam parpol bisa disebabkan tiga hal:[28]

Baca juga Artikel ini  Musa Rajekshah Sudah Tunjukkan Kerjanya, Partai Golkar Beri Apresiasi Kadernya Maju Calon Gubernur Sumut di Pilkada Serentak Tahun 2024

1) Perbedaan ideologi dari para anggotanya.
2) Perbedaan pelaksanaan kebijaksanaan.
3) Persaingan kepemimpinan dalam partai.

Sedangkan menurut H. Anto Djawamaku Ada beberapa macam konflik internal dalam tubuh parpol, yaitu :[29]

Karena partai tidak memiliki platform yang jelas, sehingga mengakibatkan tidak adanya ikatan ideologis di antara anggota partai. Ketika terjadi perpecahan yang bersifat klik, personal atau kelompok, dengan mudah hal itu memecah belah partai.

Faktor kepemimpinan tunggal dan manajemen yang buruk. Terlalu kuatnya figur pemimpin parpol berpotensi mematikan kaderisasi di tubuh partai politik bersangkutan. Figur yang kuat seringkali dianggap mampun menjadi perekat sementara pada saat bersamaan kader yang memiliki kualifikasi sepadan tidak pernah dipersiapkan sebagi calon pengganti.

Baca juga Artikel ini  Tolak Revisi RUU Penyiaran, JMI Sumut : Jangan Belenggu Kebebasan Pers Untuk Kepentingan Politik

Dipandang dari proses regenerasi yang harus dilakukan, kegagalan muncul tokoh baru dalam parpol menunjukan kegagalan parpol melakukan reformasi internal, terutama untuk revitaslisasi dan regenerasi terutama karena figur petingginya menjadi simbol institusi.

Baca juga Artikel ini  Wakapolres Tanah Karo Hadiri Pelantikan PPS Pilkada Tahun 2024

Banyak partai yang dengan gampang mengonta-gantikan kepengurusannya baik di tingkat pusat apalagi ditingkatkan daerah. Faktor tersebut sangat jelas juga akan berdampak buruk terhadap partai tersebut.

Indonesia sendiri sebahagian besar, melakukan sistem perekrutan dan dengan menggunakan sistem kaderisasi, dan sebahagian besar partai besar, bertahan dan besar melakukan cara ini.

Penulis adalah ketua DPW SPMI, Sekretaris JAS BIRU dan Sedang menempuh pendidikan Hukum Ekonomi