Berita TerkiniDaerahNasionalPolri

Polda Sumut Siagakan Alat Berat di Sejumlah Titik, Antisipasi Bencana Alam Selama Masa Lebaran

161
×

Polda Sumut Siagakan Alat Berat di Sejumlah Titik, Antisipasi Bencana Alam Selama Masa Lebaran

Sebarkan artikel ini

MEDAN | 1kabar.com

Polda Sumatera Utara menyiagakan sejumlah alat berat selama di gelarnya Operasi Ketupat Toba 2024 dalam Pengamanan Mudik Lebaran Idul Fitri 1445 H.

Kapolda Sumut, Irjen Pol. Agung Setya Imam Effendi mengatakan, Polda Sumatera Utara bersama Dinas Terkait memperkuat koordinasi guna menyiagakan saran prasarana yang dapat membantu masyarakat jika dalam cuaca buruk dan bencana.

“Di siagakannya alat berat seperti buldozer untuk mengantisipasi longsor di jalan rawan bencana,” katanya usai mengecek kesiapan kendaraan taktis Operasi Ketupat Toba 2024, Rabu (03/04/2024).

Baca juga Artikel ini  Kapolres Serdang Bedagai Menghadiri Tepung Tawar Jama'ah Haji Kabupaten Serdang Bedagai

Agung mengungkapkan, Polda Sumatera Utara telah mendapat informasi dari BMKG bahwa di wilayah Sumatera Utara ada beberapa Daerah yang turun hujan yakni di Kabupaten Pakpak Bharat dan Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

“Untuk mengantisipasi bencana di Daerah itu Personel akan melakukan monitoring pergerakan kendaraan dan orang yang akan menuju ke Sumatera Utara mau pun yang meninggalkan Sumatra Utara,” ungkapnya.

Baca juga Artikel ini  Mahasiswa USU Kunjungi Lapas Kelas I Medan Kanwil Kemenkumham Sumut Dengan Tema, "Pentingnya Nilai Pancasila."

“Polda Sumatera Utara juga berkoordinasi dengan Basarnas serta Stakeholder terkait untuk bersama-sama melakukan pengamanan mau pun penyelamatan apa bila terjadinya bencana saat lebaran nanti,” terang jenderal bintang dua tersebut.

Kapolda Sumut menambahkan, Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Utara akan melakukan rekayasa lalu lintas terutama di Jalan Lintas Prapat-Siantar.

Baca juga Artikel ini  Galian C Diduga Ilegal Marak di Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deli Serdang, APH Tutup Mata.!!!.

“Untuk Jalur Prapat-Siantar akan ada proses untuk kita lakukan One Way atau satu arah apabila ekor dari kemacetan itu sudah lebih dari 2 km. Sehingga masyarakat di harap bisa memahaminya. Tentunya memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang memadai tentang pelaksanaan rekayasa lalu lintas selama arus mudik lebaran,” pungkasnya.(Redaksi/Zulkarnain.Lubis)