Berita TerkiniPeristiwa

Catat, Kepala Desa Bonto Mate,ne, Kecamatan Mandai, Diduga Sangat Arogan, Tegah Memagar Beton Pintu Akses Jalanan Warganya

444
×

Catat, Kepala Desa Bonto Mate,ne, Kecamatan Mandai, Diduga Sangat Arogan, Tegah Memagar Beton Pintu Akses Jalanan Warganya

Sebarkan artikel ini

Maros | 1kabar.com

Catat, kepala desa Bonto mate,ne, kecamatan Mandai, diduga sangat arogan, tegah Memagar Beton akses pintu jalanan warganya, Rabu (20/09/2023).

Salah satu korban, Supu Rajja (72) tahun, korban mempunyai lahan seluas 24 ribu m2 yang beralamat Bonto mate,ne kecamatan Mandai kabupaten Maros, milik mertuanya yaitu Suddin Daeng Mangung mengatakan, keawak media, dimana saat kami memasukkan bahan material bangunan untuk beruntukan rumah, telah datang dua orang laki-laki tidak lain pak desa dan pak dusun mereka adalah bapak dan anak waktu itu.

Dimana keduanya masing-masing membawa parang panjang, saya kira saya mau ditebas, ternyata cuma berkata kesaya jalanan ini saya mau tutup dan pagar, karena saya disuru dari pihak perumahan haji Jamaluddin, jadi waktu itu saya bilang kenapa pak desa dan pak dusun jalan ini ditutup, ini kan jalanan lama dan untuk umum, dan kalau material mau lewat mana. Dan pak desa dan pak dusun tidak lagi menghiraukan perkataan kami saat itu.

Baca juga Artikel ini  Kabar Duka, Heri Wahyu Wartawan Langsa Meninggal Dunia, Ketua PERWAL : Turut Berduka Cita

Dan pada waktu malam pak desa dan anaknya melaksanakan aksinya dan dibantu anggotanya pada malam dan memagar Beton pintu-pintu akses jalan, padahal jalanan tersebut dulu jalanan tani, jalanan lama, padahal lebih duluan jalan dari pada perumahan, bahkan Pemda cor beton pada waktu itu, setelah pak desa dan pak dusun tutup semua titik jalan, kami spotan Surati dari pihak perumahan yaitu haji Jamaluddin, karena titik pemagaran salah obyek, kenapa, karena pak desa dan dusun secara ugal-ugalan memagar Beton terlalu jauh masuk caranya memagar, dan banyak lahan saya yang diambil dari pihak perumahan, akibat ulah pak desa dan dusun.

Baca juga Artikel ini  Kasat Intel Polres Simalungun Iptu Teguh Raya Sianturi Pimpin Kegiatan Blue Light Patrol Untuk Jaga Kamtibmas

Akibat Sura saya tidak dibalas dari pihak perumahan, dan saya inisiatif sendiri, apa lagi material saya sudah ada semua didalam lahan saya, jadi waktu itu mandor saya bernama Kaharuddin, memanggil tukang pekerja, 2 orang tukang dan dua orang buru bangunan untuk membuka pagar beton tersebut, dan sesudah dibuka pagarnya, datang pak desa dan dusun bawa mobil bombe-bombe polisi dari Polsek pada waktu itu, dan tukang bersama buru ditangkap lalu dibawa dipolsek untuk diproses selanjutnya ditahan, karena mandor yang memanggil, Kaharuddin berkata kepolisi, jangan pekerja itu, seharusnya saya yang ditahan, karena siapa yang nafkai istri dan anaknya, saya yang suruh tukang itu, waktu Kaharuddin jalani tahanan selama 3 bulan, pungkasnya.

Menurut Kaharuddin saat lepas mengatakan bahwa hukum dikabupaten sangat lemah, tajam kebawa tumpul keatas, kanapa kalau masyarakat biasa melapor susah tembus, dan kalau pejabat yang melapor cepat ditanggapi, padahal sama-sama manusia, dan kira-kira dimana letaknya keadilan seluruh rakyat Indonesia, katanya negara hukum, Toh masih masyarakat kecil yang tindas sewenang-wenang. Dan contohnya pak desa dan pak dusun sudah terang-terang melakukan kejahatan, namun selalu kebal hukum, bahkan sudah pernah dilaporkan kepihak berwajib dan kandas ditengah jalan, alasannya belum kuat bukti.

Baca juga Artikel ini  Polsek Medan Timur Amankan 2 Pelaku Curanmor

Ketua DPD BPPI Maros, menyampaikan, bahwa, kekakayaan salah satu kepala desa terkaya dikabupaten Maros, kekayaannya sangat pantastis, kalah pak menteri dipusat. Contohnya: Catat kepala desa Bonto mate,ne, kecamatan Mandai. Luar biasa Asep kekayaannya, lahan ternak ayamnya puluhan hektar, lahan kaplinya puluhan hektar, Rumah kediamannya dimana-mana, mobil pribadinya dimana-mana, mobil dantreknya puluhan, Asep tambangnya dikendari luas dan dilengkapi alat berat dantetnya.

Tim dkk pusat.