Berita Terkini

Curhat Abang Betor ke Dr. Mustafa Kamil Adam, SP., PD, Mengaku Penghasilan Berkurang Akibat Maraknya Aksi Begal

183
×

Curhat Abang Betor ke Dr. Mustafa Kamil Adam, SP., PD, Mengaku Penghasilan Berkurang Akibat Maraknya Aksi Begal

Sebarkan artikel ini

MEDAN | 1kabar.com

Ratusan Abang Penarik Becak Bermotor (Parbetor) di Medan mengaku pendapatan mereka menurun drastis sejak maraknya geng motor dengan aksi begalnya di jalanan. Pengakuan tersebut di sampaikan oleh perwakilan Penarik Becak Bermotor (Parbetor), yang tergabung dalam Komunitas Abang Becak (ABC) Binaan Ketua Liga Mahasiswa Partai Nasional Demokrat (NasDem) Kota Medan, Muhammad Ichwan, SE., S.I.Kom, Sabtu (19/08/2023).

“Pendapatan kami dari hasil menarik Becak Bermotor (Betor) berkurang drastis akibat maraknya geng motor dengan aksi begalnya. Biasanya aktifitas sudah di mulai sejak Subuh hingga larut Malam, namun calon penumpang tidak berani lagi menggunakan Angkutan Becak pada waktu jelang Pagi dan Malam hari,” ungkap Mustamil Lubis di hadapan Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dari Fraksi Partai Nasional Demokrat (NasDem), Dr. Mustafa Kamil Adam, SP., PD saat acara Sosialisasi Peraturan Perundang-Undangan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Provinsi Sumatera Utara, tentang Ketenteraman Masyarakat dan Ketertiban Umum, yang di laksanakan, pada Jum’at (18/08/2023) di Jalan Tuamang, Kelurahan Sidorejo Hilir, Kecamatan Medan Tembung.

Di katakan Mustamil, biasanya jelang Pagi sudah ada langganan para Pedagang yang akan berangkat ke Pasar Pagi, belanja sayur mayur untuk jualan di warungnya, begitu juga pada Malam hari penumpang sudah tak berani lagi menggunakan jasa (Betor) karena takut di begal atau di rampok.

Baca juga Artikel ini  Pangdam I/BB Bersama Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah I/BB Dampingi Rangkaian Bakti Sosial Ketua Umum Dharma Pertiwi di Lokasi Bencana Sumbar

“Bahkan warga yang menggunakan jasa (Betor) di Siang hari, sejak maraknya aksi begal, juga merasa was-was dengan aksi kejahatan jalanan itu. Sehingga para penumpang Becak, lebih memilih jasa Angkutan lain seperti Mobil Angakot atau Aplikasi Online lainnya,” katanya, Sabtu (19/08/2023).

Sebelum maraknya aksi begal, pendapatan kami bisa mencapai Rp.70 Ribu hingga Rp. 100 Ribu per hari, namun sejak maraknya aksi begal penghasilan yang bisa di bawa ke Rumah untuk menafkahi keluarga hanya berkisar Rp. 35 Ribu hingga Rp. 50 Ribu per hari.

Maka kami berharap Pemerintah dan Aparat Penegak Hukum (APH) agar lebih serius memberantas geng motor dan para begal jalanan, untuk memberikan rasa aman dan nyaman di tengah-tengah masyarakat. Selama ini aksi begal sudah sangat berutal yang merugikan semua orang karena was-was dan takut melakukan aktifitas di luar Rumah. “Kami bukan mencari kekayaan, kami hanya cari nafkah, berikan kami kenyamanan dan kemudahan mencari uang untuk menafkahi keluarga di Rumah,” imbuh Mustamil Lubis yang diamini para (Parbetor) lainnya.

Baca juga Artikel ini  Mencekam, Puluhan Preman Teror dan Serang Warga Jalan Selambo Toba, 2 Orang Terluka dan Sejumlah Bangunan Rumah Dirusak

“Menyambung apa yang di sampaikan Lubis, (Parbetor) lainnya Binsar Nainggolan juga meminta agar penegak hukum memberikan hukuman maksimal kepada para bandar dan agen sabu-sabu atau jenis Narkoba lainnya. Sebab munculnya keberanian para pelaku aksi begal di jalanan tidak terlepas dari mengkonsumsi sabu-sabu sebelum melakukan aksinya,” ujar Binsar Nainggolan, Sabtu (19/08/2023).

Para (Parbetor) Komunitas (ABC) juga mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi atas perhatian Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dari Fraksi Partai Nasional Demokrat (NasDem), Dr. Mustafa Kamil Adam, SP., PD dan Ketua Liga Mahasiswa Partai Nasional Demokrat (NasDem) Kota Medan, Muhammad Ichwan, SE., S.I.Kom yang telah menaungi para (Parbetor). Sehingga ke depannya tetap terjalin silaturrahmi dan komunikasi yang baik.

Sementara, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dari Fraksi Partai (NasDem), Dr. Mustafa Kamil Adam, SP., PD mengaku prihatin dengan kondisi yang di hadapi para (Parbetor) dan masyarakat umumnya, akibat adanya geng motor dan begal yang merugikan berbagai pihak. Maka masukan dari warga dan Komunitas (Parbetor) ini akan sampaikan di Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sumatera Utara sebagai bahan masukan untuk (Ranperda) tentang Ketenteraman Masyarakat dan Ketertiban Umum, sebut dokter spesialis penyakit dalam itu.

Baca juga Artikel ini  Kapolres Serdang Bedagai Menghadiri Tepung Tawar Jama'ah Haji Kabupaten Serdang Bedagai

Sedangkan Zulhamdani Napitupulu, M.Kom selaku narasumber menjelaskan bahwa, Ranperda Provinsi Sumatera Utara tentang ketenteraman masyarakat dan ketertiban umum di maksudkan sebagai pedoman bagi Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Utara dalam mengawasi, mencegah dan menindak setiap kegiatan yang mengganggu ketentraman masyarakat dan ketertiban umum.

“Maka Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Utara membuat regulasi tentang Ketertiban Umum untuk menciptakan suasana yang aman, tertib, tentram, dan damai sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” ucap Dosen Komputer di sejumlah Universitas tersebut, Sabtu (19/08/2023).

Acara tersebut juga turut di hadiri, Armansyah Seklur Kelurahan Sidorejo Hilir, Doni Kelana Kepala Lingkungan II Sidorejo Hilir, Tokoh Masyarakat Surya Bakti, Bacaleg Suwarni, Zulhadi, Narasumber, Zulhamdani Napitupulu, M.Kom, Ketua Liga Mahasiswa Partai NasDem Kota Medan, Muhammad Ichwan, SE., S.I.Kom yang juga Pembina Yayasan Keluarga Masyarakat Restorasi Indonesia (KEMARI), Sahabat Dr. Mustafa di antaranya, Syahrul, Vina Meliani, Dara Hidayanti, Adi Yuspati, Dimas dan masyarakat lainnya.(Redaksi/Zulkarnain.Lubis)