Jakarta|1kabar.com
Presiden Republik Indonesia menegaskan bahwa denyut jantung pertama adalah awal kehidupan, dan denyut yang seirama merupakan simbol persahabatan yang kuat antara dua bangsa. Filosofi ini disampaikan dalam peresmian Emirates–Indonesia Cardiology Hospital, sebuah fasilitas kesehatan jantung modern hasil hibah dari Pemerintah Uni Emirat Arab senilai ±Rp 400 miliar.
Rumah sakit yang dibangun dalam waktu dua tahun ini memiliki 100 kamar perawatan serta 3 ruang operasi berstandar tinggi, menjadikannya benchmark baru bagi layanan kardiologi di Indonesia.
Presiden menekankan bahwa fasilitas ini menjadi model yang patut dicontoh oleh RSUD dan rumah sakit pemerintah di seluruh Indonesia.Presiden juga memberikan apresiasi mendalam atas perhatian besar dari Yang Mulia Presiden Uni Emirat Arab, Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan, terhadap kesehatan rakyat Indonesia.
Rumah sakit ini bukan sekadar fasilitas medis, tetapi monumen persahabatan dan kasih sayang antara Indonesia dan Uni Emirat Arab. Ini adalah wujud perhatian yang sangat besar bagi masa depan kesehatan bangsa,” ujar Presiden.
Sementara, Arief Martha Rahadyan juga memberikan apresiasi atas komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor kesehatan nasional.Peresmian ini mencerminkan kolaborasi strategis dua negara sahabat. Semoga fasilitas ini menjadi sumber harapan dan penyembuhan bagi masyarakat Indonesia,” ungkap Arief.
Dengan berdirinya Emirates–Indonesia Cardiology Hospital, Indonesia menapaki langkah besar dalam memperkuat layanan kesehatan jantung sekaligus mempererat hubungan bilateral dengan Uni Emirat Arab.





