Politik

Saat Deklarasi Relawan Anies: Kita Ingin Indonesia Menjadi Negara Hukum, Bukan Negara Kekuasaan

272
×

Saat Deklarasi Relawan Anies: Kita Ingin Indonesia Menjadi Negara Hukum, Bukan Negara Kekuasaan

Sebarkan artikel ini

Jakarta| 1kabar.com

Capres nomor urut 1, Anies Baswedan menyatakan koalisinya menginginkan agar negara ini diatur dengan mengedepankan etika yang sudah disusun oleh para pendiri bangsa. Ia tak mau negara diatur oleh penguasa, tetapi dengan hukum yang ada.

Ia bahkan mengingatkan bahwa jika mau, sejak dahulu para pendiri bangsa dapat membuat negara ini menjadi tempat yang menguntungka bagi diri sendiri dan keluarganya.

Baca juga Artikel ini  KPU Badung Maksimalkan 600 Pemilih di Satu TPS., Targetkan 9O Persen suara

“Tapi mereka tidak memilih jalan itu. Mereka membangun sebuah republik yang tidak mementingkan golongan ningrat, tidak mementingkan golongan yang pada waktu itu punya privilage,” katanya saat memberi sambutan dalam deklarasi relawan Sahabat ABI di Basket Hall, Senayan, Minggu (26/11).

“Justru mereka membangun sebuah negeri yang memungkinkan siapa saja bisa jadi apa saja asal kerja keras, asal jujur, asal berintegritas. Mari kita kembalikan spirit republik ini pada spirit para pendiri republik,” sambung Anies.

Baca juga Artikel ini  KPU Badung Maksimalkan 600 Pemilih di Satu TPS., Targetkan 9O Persen suara

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menegaskan bahwa pihaknya menginginkan Indonesia menjadi negara hukum, bukan negara kekuasaan. Dengan begitu, tak ada kesewenang-wenangan dari penguasa karena ia pun diatur hukum.

“Kalau ini menjadi negara kekuasaan, maka penguasa yang mengatur hukum, menggonta-ganti hukum demi kepentingan penguasa,” ucapnya.

Baca juga Artikel ini  KPU Badung Maksimalkan 600 Pemilih di Satu TPS., Targetkan 9O Persen suara

Oleh karena itu, Anies menegaskan, perjuangan untuk menghadirkan perubahan mesti dilaksanakan secara bersama-sama.

“Perubahan yang digagas bukan tentang 1 orang, bukan tentang partai, bukan tentang 1 koalisi. Ini adalah tentang 1 generasi dan generasi masa depan. Bila kita tidak memanfaatkan momentum untuk melakukan perubahan, maka apa yang hari ini menjadi status quo akan berkelanjutan,” tandasnya.(*)