Berita Terkini

Sesepuh Adat LSM GTI -KO FELIX WUISAN Memiliki Misi Membabarkan Dharma Budha yang Benar

220
×

Sesepuh Adat LSM GTI -KO FELIX WUISAN Memiliki Misi Membabarkan Dharma Budha yang Benar

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR | 1kabar.com

Tradisi menunjukkan wujud bakti anak kepada orang tua tercermin dalam ritual upacara Bhakti kepada leluhur (Zhong Yuan Pu TU Fa Hui) yang dilaksanakan di Vihara istana dewi kwan im di Jalan Pangeran Dipenogoro no 116 Kota Makassar, Rabu (30/08/2023) malam tadi. Ini merupakan Tradisi tionghoa yang di sebut Zhong Yuan Pu TU Fa Hui, yang merupakan tradisi tahunan yang biasa di laksanakan di Vihara kami. “Tutur Sesepu Adat GTI Ko’’ Felix Wuisan

Sesepuh Adat Garda Timur Indonesia Felix Wuisan
“Beliau memiliki misi untuk membabarkan Dharma Budha yang benar serta menyeberangkan dan menuntun para insan supaya bisa terlepas dari lingkaran samsara hidup dan mati,” tutur Felix Wuisan yang juga merupakan sesepuh adat di LSM Garda Timur Indonesia.

Baca juga Artikel ini  Wisata Religi, Menikmati Pesona Masjid Agung Kabupaten Deli Serdang Sultan Thaf Sinar Basarsyah

Dikatakan, tradisi ini biasanya dilakukan setiap tahun pada bulan Juli atau agustus. Menurutnya, kendati upacara ini dikhususkan untuk doa kepada orang tua, baik yang sudah meninggal maupun hidup, tapi tak menutup kemungkinan sanak saudara bisa didaftarkan untuk turut didoakan.

Ada rapalan doa-doa tertentu yang dibaca dalam upacara ini. Ritual ini beranjak dari kisah salah satu murid utama sang Budha, bernama Yang Ariya Moggallana. “Dikisahkan dalam meditasinya, ia melihat ibundanya menderita dalam alam setan kelaparan, karena saat hidup banyak melakukan karma buruk, sehingga dihukum dijatuhkan dalam alam neraka, yaitu setan kelaparan,” jelasnya.

Melihat penderitaan ibunya itu, dengan kekuatannya ia berusaha membuka pintu neraka dan memberikan makanan pada ibundanya. “Akan tetapi saat makanan tersebut akan dimakan Ibundanya makanan tersebut berubah jadi bara api hingga tidak bisa dimakan,” sambungnya.

Baca juga Artikel ini  Pecahkan Rekor MURI, 6000 Siswa-Siswi SMP dan 4000 Paud Kenakan Busana Pahlawan Nasional

Masyarakat sekitar sangat antusias mengikuti kegiatan
Karena putus asa, Moggallana kembali ke alam dunia dan mohon petunjuk dari Budha Shakyamuni bagaimana cara menyelamatkan ibundanya. Buddha memberikan cara, yakni dia harus mengumpulkan para sangha, kemudian memberikan persembahan makanan dan persembahan dana, serta meminta para sangha berdoa bersama dan melimpahkan jasa kepada ibundanya.

“Petunjuk itu dilakukan, dia mengumpulkan 500 sangha dan doa bersama, barulah ibundanya bisa terlepas dari penderitaan di alam setan kelaparan. Karena ketika hal itu dilakukan, seketika itu api neraka padam. Tubuh ibunya pun terbelah dan terlahir kembali di alam yang lebih baik.

Baca juga Artikel ini  Jumat Berkah, Polsek Patumbak Bagi 200 Kotak Kue di Jalan Pertahanan

Berdasarkan cerita itulah, ajaran sang Buddha dilestarikan, apalagi manfaatnya sangat besar, sehingga tradisi Ulambana ini terus dipertahankan dan diadakan setahun sekali.

Manfaat lainnya, selain menunjukkan bakti anak kepada ibu atau orang tuanya, juga bisa menyelamatkan makhluk dari tiga alam samsara, supaya mereka bisa terlahir di alam yang lebih baik.

“dan acara ini di hadiri tokoh-tokoh adat dari makassar yang ikut meramaikan kegiatan ini,” tegasnya.

“ Keluarga besar Garda Timur Indonesia mengucapkan selamat atas terselenggaranya kegiatan ini semoga keberkahan senantiasa tercurahkan untuk umat manusia” Tutur Lukman Alkatiri.(gafur)

ABA