Berita Terkini

Warga Medan Utara Heboh, Siaran TV Analog Padam Tiba-tiba

336
×

Warga Medan Utara Heboh, Siaran TV Analog Padam Tiba-tiba

Sebarkan artikel ini

MEDAN | 1kabar.com

Sebahagian warga Medan dan sekitarnya heboh, saat bangun pagi kemudian menghidupkan televisi, ternyata tidak ada program channelnya yang hidup, pada Senin (31/07/2023)

Sebagian besar warga masyarakat Medan Utara tidak mengetahui atau tidak paham bahwa pertanggal 30 Juli pukul 24.00 WIB, Pemerintah resmi menghentikan siaran TV Analog dan beralih ke siaran TV Digital sehingga harus menggunakan (STB) untuk programnya.

Aturan mau pun kebijakan Pemerintah ini bukan saja berlaku untuk kawasan Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Kota Binjai, Serdang Bedagai, mau pun Kota Tebing Tinggi akan tetapi nantinya untuk di seluruh Indonesia.

Baca juga Artikel ini  Antisipasi Tindak Kejahatan, Polres Serdang Bedagai Bersama Polsek Jajaran Rutin Gelar Razia Skala Besar

Bagi masyarakat yang sudah mendapatkan bantuan (STB) dari Pemerintah dapat di pastikan tidak ada masalah, yang menjadi pertanyaan warga yang belum mendapatkan bantuan (STB). Seperti warga masyarakat yang tinggal di rumah sewa sederhana atau Rusunawa baik yang ada di Jalan Kayu Putih, Kecamatan Medan Deli, mau pun yang ada di Rusunawa Jalan Seruai SEI Mati, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan.

Baca juga Artikel ini  Kapolres Tanah Karo Pimpin Sertijab Kasat Reskrim dan Kasat LantasĀ 

Hal ini juga yang harus menjadi perhatikan khusus Pemerintah pusat, mau pun Pemerintah Daerah.
Apa lagi mereka menggunakan TV Tabung mungkin saja tidak mengetahui bagaimana cara untuk menghidupkan TV Digitalnya atau pun juga tidak sanggup untuk membelinya.

Sudah dapat di pastikan bahwa sebagian warga masyarakat khususnya di Medan Utara harus mengeluarkan uang berkisar antara Rp.150 Ribu hingga Rp.300 Ribu untuk membeli (STB) yang standar agar TV mereka bisa kembali di pergunakan untuk TV Digital, sementara di ketahui secara pasti oleh wartawan yang bertugas bahwa rata-rata hasil pendapatan warga khususnya di Kampung Nelayan Medan Utara sangat miris dan di bawah garis kemiskinan, belum lagi di saat Ekonomi Indonesia yang baru saja pulih saat ini setelah badai Covid-19 sudah berlalu.(Redaksi/@gZ1KR)