Berita

OJK Dorong Integritas Pelaporan di Sektor Jasa Keuangan

159
×

OJK Dorong Integritas Pelaporan di Sektor Jasa Keuangan

Sebarkan artikel ini

Jakarta | 1Kabar.Com

3 Maret 2025. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkolaborasi dengan Bank Indonesia (BI), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), asosiasi profesi bidang Governance, Risk, and Compliance (GRC) dan asosiasi terkait lainya terus mendorong penguatan integritas pelaporan keuangan di sektor jasa keuangan melalui penerapan Internal Control Over Financial Reporting (ICOFR).

Demikian disampaikan Ketua Dewan Audit OJK Sophia Wattimena dalam sambutannya pada acara Forum Penguatan Governance, Risk, and Compliance (GRC) dengan tema. “Penerapan Internal Control over Financial Reporting dalam rangka Penguatan Sektor Jasa Keuangan” yang diselenggarakan secara hybrid di Kantor OJK, Jakarta, Senin.

Baca juga Artikel ini  ASN Jajaran Pemkab Deli Serdang Siap Wujudkan Visi Misi Bupati dan Wakil Bupati Deli Serdang

“Untuk mencegah praktik window dressing, OJK telah mengeluarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 15 Tahun 2024 tentang Integritas Pelaporan Keuangan Bank, yang berfokus pada penguatan penerapan tata kelola dan pengendalian internal dalam proses pelaporan keuangan bank melalui penerapan Internal Control over Financial Reporting (ICOFR),” kata Sophia.

ICOFR sendiri menurut World Bank didefinisikan sebagai proses untuk mencegah dan mendeteksi risiko salah saji laporan keuangan melalui identifikasi risiko pada proses bisnis transaksi suatu entitas.

Baca juga Artikel ini  Safari Ramadhan Pemkab Bireuen 5 - 14 Maret 2025

Lebih lanjut, Sophia menyampaikan bahwa OJK secara berkelanjutan terus meningkatkan sinergi dan kolaborasi dengan kementerian, lembaga, dan asosiasi profesi di bidang GRC untuk mewujudkan stabilitas sistem keuangan.

“Di sisi internal OJK, saat ini sedang dikembangkan peta jalan untuk implementasi ICOFR dalam proses penyusunan laporan keuangan OJK. Kedepan diharapkan implementasi ICOFR ini dapat meningkatkan stakeholder confidence bagi seluruh sektor jasa keuangan,”

lanjut Sophia. Pada kesempatan tersebut turut hadir dalam diskusi panel Deputi Komisioner Audit Internal Manajemen Risiko dan Pengendalian Kualitas Hidayat Prabowo, praktisi ICOFR

Baca juga Artikel ini  Safari Ramadhan Pemkab Bireuen 5 - 14 Maret 2025

Nawal Nely, Direktur Manajemen Risiko PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Agus Sudiarto, dan VP Budgeting Planning & Control PT Pertamina (Persero) Palti Ferdrico T.H. Siahaan serta dihadiri oleh perwakilan BI, LPS, Kemenkeu, asosiasi profesi bidang GRC

dan asosiasi terkait lainya. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat terus memperkuat sinergi dan kolaborasi bersama. kementerian, lembaga, dan asosiasi profesi di bidang GRC untuk dapat memperkuat governansi dan penegakan integritas di Sektor Jasa Keuangan Indonesia menuju (van/r)