BeritaDaerah

Staf Inspektorat Takalar Kunjungi Rumah Korban Bencana, Diduga Perangkat Desa Sawakung beba Dusun sawakung Ketahuan Bohongnya

1176
×

Staf Inspektorat Takalar Kunjungi Rumah Korban Bencana, Diduga Perangkat Desa Sawakung beba Dusun sawakung Ketahuan Bohongnya

Sebarkan artikel ini

Takalar | 1kabar.Com

Sebut korban (25)THN yang enggan di sebut namanya mengatakan, bahwa awalnya hari Jum’at telah datang orangnya Inspektorat Takalar kerumah saya didusun sawakung desa Sawakung beba Rabu (16/04/2025).

Orangnya Inspektorat tersebut mencari tapi waktu saya yang mewakili orang tua saya, mereka menanyakan soal rumah yang terkena dampak angin kencang. Orangnya Inspektorat mengatakan kesaya berapa lembar bantuan seng kita dapat ibu?, lalu saya menjawab cuma dua lembar pak?.

Dan pada hari Sabtu 12/4/2025 kemarin oknum perangkat desa Sawakung beba dan beberapa stapnya ikut serta datangi rumah saya dan sombongnya luar biasa tidak beritika, lansung-lansung masuk kerumah saya Tampa salam.

Baca juga Artikel ini  Program TJSL Tahun 2025 PTPN IV REGIONAL VI MemBeri Bantuan Pembuatan Pakan Ternak Udang BERBASIC MANGROVE DI Gampong Sungai Lueng Aksara Law

Padahal, mereka perangkat desa, dan seharusnya mereka tahu soal sopan santung, apabila kita berkunjung kerumah orang lain kita ketuk pintunya dulu, lalu kita bersalam, ini tidak!, lansung-lansung menerobos masuk kerumah saya.

Oknum perangkat desa Sawakung beba beserta stapnya ngomel-ngomel didalam rumah saya,dan saya heran ada apa ini?, saya tidak mengerti?, kata kesaya apa yang kamu bilang keorangnya inspektorat , jadi saya jawab, saya tidak bilang apa-apa kemereka, begini orangnya Inspektorat bertanya kesaya berapa lembar kita dapat ibu?, jadi waktu itu saya jawab cuma dua lembar ibu?, inbuhnya.

Baca juga Artikel ini  Pameran Karya Anak Anak Studio Gelombang, Sebuah Perayaan Imajinasi dan Alam

Menurut saksi (50)THN juga enggang disebut namanya ke awak media, bahwa semenjak orangnya Inspektorat habis datangi rumah korban. Oknum perangkat desa dan stapnya mulailah ke cewa ke warga yang kena bencana. Kenapa?, karena ketahuan bohongnya, dan ini baru satu yang ketahuan, diduga, jangan sampai Masi ada di dusun lain jadi korbannya,inbuhnya.

Lebih lanjut, korban (25) THN mengatakan, sebenarnya saya tidak permasalahkan masalah bantuan seng berapa banyaknya saya dapatkan, yang saya sesalkan ke oknum perangkat desa beserta stapnya masuk kerumah tidak ketuk pintu atau bersalam.

Baca juga Artikel ini  Wartawan Harus Mengerti Aturan Dalam Membuat Berita

Seandainya kalau oknum perangkat desa dan stap desa mau berbaik hati kesaya dan datang kerumah saya secara baik, bilang kesaya bahwasanya kalau ada orangnya Inspektorat Takalar survei kerumahmu bilang bla-bla, saya baik saja. Ternyata baru ketahuan pantasan oknum perangkat desa beserta stapnya masuk kerumah saya ngomel-ngomel dan kesal, ternyata diketahui bohongnya. Padahal jabatan tersebut cuma titipan dan jabatan itu ada masanya, menjabat itu harus dibarengi dengan akhlak agar kita tak berbohong, tutup korban.

(Tafsir Sijaya)dkk.