Subulussalam | 1kabar.com.Aliansi Masyarakat Peduli Buruh menggelar aksi damai di kawasan PT MSB untuk mendukung operasional perusahaan dan menolak keputusan pemberhentian sementara. Mereka menyatakan kekecewaan terhadap sikap Pemko Subulussalam yang dianggap gegabah dalam mengirimkan surat kepada Gubernur tanpa mempertimbangkan dampak pada pihak lain, seperti:
Marko Dengan Tegasnya, Aliansi Masyarakat Peduli Tani dengan keras menolak keputusan pemberhentian operasional PT MSB II sementara yang diputuskan dalam rapat Pemko Subulussalam. Kami mendesak agar Pemko mempertimbangkan kembali keputusan ini dan mencari solusi yang lebih baik untuk semua pihak.”
Marko Angkat, Nando, Raswanto Selaku orator lapangan Perwakilan dari buruh, petani, dan pedagang mungkin akan menyampaikan aspirasi dan kekhawatiran mereka terkait keputusan pemberhentian operasional PT MSB II sementara. Mereka mungkin akan menekankan dampak negatif keputusan ini terhadap kehidupan sehari-hari mereka, seperti:
– Hilangnya pendapatan bagi buruh
– Penurunan harga TBS bagi petani
– Dampak ekonomi bagi pedagang yang bergantung pada aktivitas PT MSB II
Mereka mungkin akan meminta Pemko Subulussalam untuk mempertimbangkan kembali keputusan ini dan mencari solusi yang lebih baik untuk semua pihak.
– Pedagang bongkar muat
– Buruh
– Petani yang mendapatkan harga TBS lebih tinggi berkat kehadiran PT MSB 2
Mereka berharap agar PKS PT MSB 2 tetap berjalan dan Pemko Subulussalam mempertimbangkan kembali keputusannya.
Marko angkat ketua Aliansi Masyarakat Peduli Tani dengan tegas menolak keputusan pemberhentian operasional PT MSB II sementara yang diputuskan dalam rapat Pemko Subulussalam. Mereka mungkin memiliki alasan kuat untuk menolak keputusan ini, seperti dampak ekonomi dan sosial yang signifikan bagi masyarakat sekitar.
Masyarakat Peduli Tani mungkin berpendapat bahwa keputusan ini dapat merugikan petani dan masyarakat sekitar yang bergantung pada PT MSB II untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka. Oleh karena itu, mereka menuntut agar Pemko Subulussalam mempertimbangkan kembali keputusan ini dan mencari solusi yang lebih baik untuk semua pihak.ujarnya,
Redaksi: Team/ Fast Respon counter Polri Nusantara





