BeritaPeristiwa

Duka di Tengah Hujan: Satu Keluarga Disambar Petir di Perkebunan Karet Kemuning Hulu Aceh Timur

465
×

Duka di Tengah Hujan: Satu Keluarga Disambar Petir di Perkebunan Karet Kemuning Hulu Aceh Timur

Sebarkan artikel ini

1.KABAR,COM
Aceh//Langsa — Hujan deras yang mengguyur kawasan trom kemuning hulu Kecamatan Birem Bayeun Kabupaten Aceh Timur,pada Minggu (1/6/2025) sore, membawa duka mendalam bagi satu keluarga buruh tani di sebuah perkebunan terpencil. Dua anggota keluarga dilaporkan meninggal dunia setelah rumah yang mereka tempati disambar petir sekitar pukul 18.10 WIB.

Kejadian memilukan itu menimpa keluarga Marjo,(45) warga besitang desa bukit mas,sumatera utara ( sumut)domusili didesa kemuning hulu lebih kurang satu tahun setengah,marjo buruh karet yang tinggal bersama istri dan anak-anaknya di rumah sederhana milik Zuwir, daerah perkebunan kemuning hulu,zuwir pemilik kebun karet beralamat di kawasan Lengkong, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa.

Menurut keterangan saksi, hujan turun sangat deras disertai petir. Saat itu, Marjo yang sedang bekerja menyadari cuaca memburuk dan segera masuk ke dalam rumah bersama istri dan anak-anaknya untuk berteduh.

Baca juga Artikel ini  Wakil Wali Kota Terpilih Tanam Mangrove di Kuala Langsa: Wujud Kepedulian Lingkungan

Dalam kondisi hujan lebat dan gelap karena listrik padam, keluarga Marjo berkumpul di ruang tamu. Salah satu anak sedang disusui oleh ibunya. Marjo sempat masuk ke kamar untuk mengambil senter.

Namun nahas, sesaat sebelum Marjo keluar dari kamar, terdengar suara petir yang sangat keras.kemudian keluar dari kamar Ia terkejut melihat istri dan anak-anaknya sudah tergeletak tak sadarkan diri di lantai. Balita yang sebelumnya dalam pelukan sang ibu bahkan terpental akibat sambaran petir.

Saksi mata, Wulan (41), warga Desa Kemuning Hulu, Kecamatan Birem Bayeun, yang tinggal tak jauh dari lokasi kejadian, mengatakan bahwa sambaran petir begitu dahsyat hingga membuat dinding rumah jebol.

“Saya duduk di depan pondok, tiba-tiba petir menyambar dan seperti api melintas di depan saya. Lalu terdengar suara ledakan dan teriakan minta tolong dari rumah Marjo,” kata Wulan saat dikonfirmasi 1.kabar.com.

Baca juga Artikel ini  Cegah Begal, Geng Motor dan Balap Liar, Danramil 16/DMS Pimpin Patroli Gabungan Tim 7 Motoris Kodim 0204/DS

Wulan yang panik langsung menuju rumah Marjo dan menemukan seluruh anggota keluarga tergeletak di ruang tamu. Ia menyebut istri Marjo, Wagiatik (41), dan anak sulung mereka, Kamaluddin (21) sudah tidak bernyawa.  Kamaluddin rencananya akan menikah bulan depan,namun takdir berkata lain, Dua anak lainnya, Muhammad Rani (15) dan Putri Ulandari (2), juga tidak sadarkan diri.

Mengetahui kondisi itu, Wulan segera berlari mencari pertolongan ke pemukiman warga yang jaraknya cukup jauh dari lokasi kejadian. Perkebunan tempat Marjo tinggal berada di wilayah terpencil sekitar tiga kilometer dari jalan utama.

Setelah warga berdatangan, seorang warga bernama Mugiono menghubungi ambulans. Namun karena medan sulit dijangkau, warga akhirnya bergotong-royong mengangkat korban dengan tandu darurat menuju titik penjemputan ambulans.

Baca juga Artikel ini  Akhir Petualangan "Sultan" : Spesialis Rumah Kosong Dilumpuhkan Tim Reskrim Polsek Medan Tembung, Dua Komplotan Spesialis Masih DPO.!!!.

Korban segera dievakuasi ke Rumah Sakit Cut Mutia (RSCM) untuk mendapatkan pertolongan. Namun, nyawa Wagiatik dan Kamaluddin tidak dapat diselamatkan. Sementara Muhammad Rani dan Putri Ulandari berhasil diselamatkan dan saat ini masih dalam perawatan intensif.

Jenazah para korban kemudian dibawa ke rumah keluarga mereka di Desa Geudubang Jawa, Lorong Cendana, Kecamatan Langsa Baro, untuk disemayamkan. Rencananya, pemakaman akan dilaksanakan pada Senin (2/6/2025).

Peristiwa tragis ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar. Marjo kini harus menanggung luka batin yang mendalam atas kehilangan istri dan anaknya dalam sekejap akibat bencana alam yang tak terduga(:)

( wan Atjeh).