BeritaOpini

M.Yacob.AR Ketua SPBUN Yang Berhasil Menyatukan Di HUT RI Ke-80.

218
×

M.Yacob.AR Ketua SPBUN Yang Berhasil Menyatukan Di HUT RI Ke-80.

Sebarkan artikel ini

Langsa | 1Kabar.com

HUT ke-80 Republik Indonesia menjadi momentum penting yang bukan hanya dimaknai sebagai perayaan seremonial, tetapi juga sebagai panggung kebersamaan. Pada momen ini, Ketua Serikat Pekerja Perkebunan (SPBUN), M. Yacob,AR dan juga Sebagai Asisten Personalia Umum Tehnik, (APUTEK) tampil sebagai figur pemersatu. Dirinya juga berhasil merangkul para pekerja perkebunan, hingga masyarakat sekitar dalam satu ikatan kebangsaan yang kuat dan harmonisasi.

“Ketua SPBUN M. Yacob AR Membuktikan bahwa serikat pekerja tidak sekadar menjadi wadah memperjuangkan hak-hak buruh, melainkan juga menjadi instrumen sosial yang menjaga semangat persatuan. Dengan gaya kepemimpinan yang komunikatif, ia Mampu menghadirkan SPBUN sebagai rumah besar yang tidak hanya mengutamakan kesejahteraan anggota, tetapi juga Penuh Rasa kepedulian terhadap nilai-nilai kebangsaan.

Baca juga Artikel ini  Kapolres Bener Meriah Ikuti Upacara HUT RI ke-80 di Lapangan Sengeda

“Di tengah tantangan berat yang dihadapi para pekerja perkebunan mulai dari tekanan ekonomi global, harga komoditas yang tidak menentu, hingga keterbatasan fasilitas sosial langkah M. Yakob,AR. untuk menghadirkan persatuan terasa semakin relevan. Ia membuktikan bahwa kekuatan serikat pekerja bukan hanya terletak pada solidaritas internal, tetapi juga dalam kontribusinya bagi stabilitas sosial dan persatuan bangsa.

Baca juga Artikel ini  Tawa, Sorak, dan Rasa Kebersamaan : Meriahkan HUT RI ke-80 di Makodam I/BB

Momentum HUT RI ke-80 seakan menjadi saksi bahwa perjuangan kaum pekerja perkebunan tidak dapat dipisahkan dari perjuangan bangsa. Dengan mengibarkan semangat persatuan, M. Yakob mengingatkan kita bahwa kemerdekaan bukan hanya milik elit politik, melainkan juga buah keringat para pekerja yang menjaga denyut nadi ekonomi negeri yang kita cintai.

“Sejarah akan mencatat, bahwa di usia ke-80 kemerdekaan, seorang pemimpin serikat pekerja perkebunan bernama M. Yakob berhasil melampaui sekat-sekat perbedaan dan menyatukan. Ia memberi pesan tegas: persatuan bukan slogan, melainkan kebutuhan bangsa yang ingin bertahan dan maju.

Baca juga Artikel ini  Demi Bali, Koster Minta Pelaku Usaha Pariwisata Kontribusi dan Terlibat Aktif Sukseskan PWA

Kini, tugas semua pihak adalah melanjutkan semangat itu. Bahwa persatuan tidak boleh berhenti pada panggung perayaan, melainkan harus diwujudkan dalam kerja nyata untuk memperjuangkan kesejahteraan rakyat, Secara khusus Perusahaan PTPN IV Regional VI Untuk memperkuat kedaulatan ekonomi, dan merawat Indonesia sebagai rumah bersama..penulis…..(Eko)