MEDAN | 1kabar.com
Politisi Senior Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Syamsul Hilal menilai sosok Japorman Saragih layak betul bahkan sangat dibutuhkan untuk kembali memimpin Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Ia dinilai loyal terhadap partai kepada kader akar rumput.
“Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan saat ini membutuhkan pemimpin yang memiliki Idiologis Soekarno yakni Marhaenis. Sosok pemimpin yang selalu berfikir untuk rakyat dan berpihak kepada rakyat kecil. Hal itu ada pada diri Japorman Saragih,” kata Syamsul Hilal kepada Jurnalis 1kabar.com, di Medan, Jumat (03/10/2025).
Komitmen keberfihakan kepada rakyat kecil menurutnya telah ditunjukkan Japorman Saragih sepanjang dedikasinya berpartai. Ia mengaku menjadi saksi dan melihat langsung bagaimana Japorman Saragih berjibaku membangun kebersamaan dengan akar rumput diseluruh wilayah Sumut.
Hasilnya bisa dilihat setelah era kepemimpinan Japorman Saragih, perolehan suara Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan meningkat bahkan menjadi pemenang Pemilihan Legislatif (Pileg) Tahun 2019. Karakter merangkul dan mempersatukan semua potensi membuat Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dibawah kepemimpinannya sangat solid.
Bahkan hal fenomenal yang dihasilkan dari karakter kepemimpinannya yang kuat adalah berdiri dan terbangunnya Kantor Sekretariat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) yang megah di Jalan Djamin Ginting Medan.
Begitu juga soal militansi Japorman Saragih sudah teruji dan disaksikan banyak kader mulai dari terbentuknya Partai Demokrasi Indonesia (PDI) pro Megawati hingga PDI Perjuangan di Era Reformasi.
“Saya ikut menyuarakan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) agar kiranya Ketua Umum memberikan kepercayaann kepada Japorman Saragih. Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan saat ini kekurangan kader yang memiliki Idiologis Marhaenis. Kebanyakan hanya bisa mengucapkan secara verbal tetapi tidak bisa melaksanakan. Sedangkan Japorman Saragih bukan sekedar mengucapkan tetapi melakoninya dalam praktik hidup keseharian,” tegasnya.
Politisi yang dikenal memiliki perhatian besar tentang keadilan agraria untuk rakyat kecil ini menyampaikan otokritik kepada Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan yang disebutnya terkesan tidak berpihak atau diam saja dengan persoalan tanah di Indonesia. Ia melihat partainya tidak bersuara keras atau melalui Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (FPDI) Perjuangan DPRD RI, di tengah berlangsungnya ketidakadilan pembagian Tanah di Indonesia.
“Bayangkan 74% Tanah di Indonesia ini dikuasai hanya oleh 0,2 % orang. Begitu sangat tidak adilnya dan mana Ideologi Marhaenis Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan itu. Kok diam,” ungkapnya.
Untuk itu, Syamsul Hilal meminta Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Hj. Megawati Soekarnoputri sudah saatnya memberikan kepercayaan kepada kader-kader beridiologi marhaen menjadi pemimpin dalam struktural maupun di penugasan Pemerintahan sebagai Kepala Daerah maupun penugasan Legislatif di DPR RI dan DPRD.
Dengan penempatan kader beridiologi Marhaenis seperti Japorman Saragih memimpin Dewan Pimpinan Daerah (DPD? partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Provinsi Sumatera Utara (Sumut), diyakini Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan tidak hanya memenangkan Pemilihan Legislatif tetapi lebih dari itu akan memenangkan hati dan kepercayaan rakyat.(SP0101)





